//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Dahnil Anzar Simanjuntak Akui Perintahkan Pedri Laporkan Ahok

Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Pemuda Muhammadiyah

Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Pemuda Muhammadiyah. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) yang meragukan laporan PP Muhammadiyah ke polisi atas kasus dugaan penistaan agama hingga menyeretnya ke meja persidangan. Dahnil mengatakan, laporan PP Muhammadiyah yang diwakilkan Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman, merupakan instruksinya.

“Apa yang dilaporkan Pedri Kasman adalah mandat dari saya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah jadi keliru bila Ahok menyerang Pedri tidak mewakili Pemuda Muhammadiyah,” kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/1), seperti dilansir Merdeka.com.

Pernyataan ini juga disebutnya dalam akun Facebook miliknya.

Mengenai pengakuan Ahok mengenal dekat dirinya, Dahnil tak menampiknya. Akan tetapi, menurut Dahnil, kedekatan itu terjadi sebelum pernyataan Ahok terkait dengan Surat Al Maidah 51.

Dahnil mengatakan, kedekatan itu salah satunya Ahok dinilai sebagai sosok pemimpin yang berani melawan praktek dugaan rente dan bancakan APBD DKI yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD dan Birokrasi DKI Jakarta. Namun, kata Dahnil, kedekatan itu perlahan ‘luntur’ menyusul dugaan korupsi yang melibatkan Ahok hingga gaya bicaranya ceplas ceplosnya yang dinilai kasar di hadapan media.

“Nasihat-nasihat agar Ahok lebih baik selalu saya sampaikan melalui pesan WhatsApp. Namun, pesan-pesan nasihat dan komunikasi dengan Ahok langsung tidak lagi saya lakukan secara intens ketika saya sadar Ahok tetap terus melakukan kebijakan yang tidak berpihak membela kaum miskin melalui penggusuran secara massif dan muncul berita indikasi dugaan korupsi pada kasus reklamasi dan Rumah Sakit Sumber Waras yang diduga melibatkan banyak pihak, juga ketika KPK meminta keterangan Ahok terkait kedua Kasus tersebut, serta dugaan potensi korupsi pada diskresi yang dibuat Ahok,” ujar Dahnil.

Dahnil juga menjelaskan pengakuan Ahok yang mengatakan pernah diberikan penghargaan sebagai pemimpin bersih oleh dirinya. Menurut dia, Pemuda Muhammadiyah memang pernah mengundang Ahok Dalam Diskusi Madrasah Antikorupsi di Menteng Raya 62, pada 12 April 2015, bersama Wali Kota Cilegon Iman Aryadi, dan pegiat antikorupsi.

“Namun Pemuda Muhammadiyah melalui Madrasah antikorupsi yang berkomitmen merawat Budaya antikorupsi melalui pendidikan antikorupsi untuk kaum muda, tidak pernah menobatkan secara resmi Ahok sebagai tokoh atau kepala daerah yang pantas menjadi model antikorupsi,” kata Dahnil.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dalam sidang tersebut, saksi pertama, Pedri Kasman, mengakui mengetahui adanya penistaan usai menyaksikan video melalui kiriman video dari aplikasi WhatsApp.

Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Pedri yang juga merupakan Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah mengungkapkan, melaporkan Ahok setelah berdiskusi dengan anggota PP Muhammadiyah. Diskusi tersebut dilakukan dalam sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan 60 orang.

“Setelah menonton kami berdiskusi, benar itu Ahok sudah menistakan agama Islam,” katanya saat memberikan kesaksian di persidangan, Selasa (10/1).

Dia mengetahui adanya penistaan agama usai menyaksikan video berdurasi 13 detik yang diunggah dalam grup WhatsApp tersebut. Sebagai perwakilan, Pedri akhirnya memutuskan melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya.

“Saya lihat tanggal 5 Oktober, kemudian setelah sepakat atas persetujuan pemimpin kami Daniel Azhar Simanjutak, kami laporkan Ahok pada tanggal 7 Oktober,” tuturnya.

Namun, mendengar hal itu pihak Penasihat Hukum Ahok, Sirra Prayuna menanyakan perihal durasi video yang ditonton oleh Pedri dan seluruh anggota grup WhatsApp itu.

“Jadi Anda bersama seluruh anggota grup menonton yang hanya yang berdurasi 13 detik, atau yang full 1 jam 40 menit?,” kata Sirra Prayuna.

Pedri menjawab, dirinya telah menonton video tersebut secara keseluruhan. Dia tetap menyimpulkan bahwa Ahok telah menghina agama Islam melalui pidatonya tersebut.

Sebelumnya, dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahok tak percaya dengan kesaksian yang disampaikan Pedri Kasman. Pedri Kasman, mengakui mengetahui adanya penistaan usai menyaksikan video melalui kiriman video dari aplikasi WhatsApp.

Pedri yang juga merupakan Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah mengungkapkan, melaporkan Ahok setelah berdiskusi dengan anggota PP Muhammadiyah. Diskusi tersebut dilakukan dalam sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan 60 orang.

“Setelah menonton kami berdiskusi, benar itu Ahok sudah menistakan agama Islam,” katanya saat memberikan kesaksian di persidangan, Selasa (10/1).

Dia mengetahui adanya penistaan agama usai menyaksikan video berdurasi 13 detik yang diunggah dalam grup WhatsApp tersebut. Sebagai perwakilan, Pedri akhirnya memutuskan melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya.

“Saya lihat tanggal 5 Oktober, kemudian setelah sepakat atas persetujuan pemimpin kami Daniel Azhar Simanjutak, kami laporkan Ahok pada tanggal 7 Oktober,” tuturnya.

Namun ketika nama Daniel Azhar Siregar disebut sebagai pemimpin pemuda Muhammadiyah yang menyuruh Pedri melaporkan dirinya karena dugaan penistaan terhadap agama, Ahok tak terima.

“Saya kenal baik dengan Daniel, bahkan dia pernah menjadikan saya contoh pemimpin bersih dan diundang diskusi di Menteng pada April 2015 lalu,” tegasnya.

“Masa dia laporkan saya,” tambah Ahok.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: