Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

3 Mahasiswa UII Tewas Usai Ikuti Diksar Mapala di Lereng Gunung Lawu

Syaits Asyam, saat masih dirawat di RS Bethesda Yogyakarta

Syaits Asyam, saat masih dirawat di RS Bethesda Yogyakarta. (Tribun Jogja)

Anekainfounik.net. Tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dasar (diksar) The Great Camping (TGC) di lereng selatan Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada 13-20 Januari 2017.

Muhammad Fadli (19) dari jurusan Teknik Elektro angkatan 2015 meninggal pada Jumat (20/1) saat perjalanan menuju Puskesmas Tawangmangu. Sedangkan Syaits Asyam (19) dari Teknik Industri meninggal di RS Bethesda Yogyakarta pada Sabtu (21/1). Sementara, Ilham Nurfadmi Listia Adi (20) meninggal di RS Bethesda tengah malam tadi.

Ermy dan sang ayah, menyampaikan bahwa Ilham menjadi salah satu peserta TGC yang laksanakan di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Kondisinya terus menurun hingga Senin (23/1) malam Ilham masuk ICU di RS Bethesda dan meninggal dunia pada tengah malam tadi.

Sang ayah melalui pesan singkat juga menyampaikan bahwa anaknya menjadi korban penyiksaan Mapala Unisi.

“Anak saya adalah korban penganiayaan dan penyiksaan oleh Mapala Unisi, (meninggal dunia) pada jam 00.00 WIB malam ini di RS Bethesda,” kata sang ayah, Selasa (24/1/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Tante Ilham, Siti Munawarah (47), bercerita tentang kondisi terakhir keponakannya. Setelah pulang dari Karanganyar, Ilham sempat mendapat pemeriksaan di Jogja International Hospital (JIH).

“Lalu diberi obat, lalu pulang ke kos. Sampai kemarin (Senin 23/1), dia pingsan di kamar mandi kosnya. Dibawa sama ibu kosnya ke RS Bethesda masuk IGD,” kata Siti saat ditemui di RS Bethesda, Yogyakarta, Selasa (24/1/2017).

Saat ditemui Siti di IGD, Ilham masih bisa berkomunikasi meski lemah. Ilham mengaku merasa sakit di bagian perut.

“Hanya cerita dia dipukul, diinjak, sama dipecut. Habis itu nggak cerita apa-apa lagi sama saya,” imbuh Siti.

Paman Ilham, Bambang (50), juga mengaku sempat bertanya-tanya kepada keponakannya itu. Bambang bertanya kenapa tidak ada yang melapor ke polisi jika ada kekerasan.

“Dia jawabnya, tidak karena sudah ada surat perjanjian ditandatangani meterai,” ujar Bambang menirukan Ilham.

Bambang juga melihat luka di kedua lengan Ilham dan perut yang membesar. Pendarahan hebat terus terjadi.

“Saya sebagai keluarga jelas tidak terima,” tegasnya.

Tanggapan Tim internal UII

Tim internal UII dalam rilisnya pada Selasa (24/1/2017) memaparkan adanya temuan awal dan perkembangan investigasi kegiatan diksar tersebut.

“Kami menyampaikan innalillahi wa innailaihi raji’un, segenap sivitas akademika UII turut berdukacita atas meninggalnya Ilham Nurpadmy Listia Adi, mahasiswa Fakultas Hukum UII angkatan 2015, salah satu peserta pendidikan dasar The Great Camping (TGC). UII mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum Ilham, semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” ungkap Rektor UII Dr Harsoyo MSc.

Berdasarkan hasil temuan awal dari tim investigasi internal UII yang telah bekerja sejak 21 Januari 2017, lanjut Harsoyo, terdapat dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tertentu selama pelaksanaan kegiatan TGC. Temuan itu didasari pengakuan peserta yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Saat ini, tim investigasi terus mencari fakta dan informasi yang menguatkan dugaan ini. Apabila terbukti, pihak yang melakukan kekerasan akan ditindak tegas sesuai dengan aturan kedisiplinan mahasiswa yang berlaku di UII. Segala sesuatu yang menjadi temuan pada investigasi ini juga menjadi bahan evaluasi UII dalam memperbaiki sistem pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan agar kembali kepada prinsip antikekerasan yang dijalankan UII.

“UII menyerahkan sepenuhnya segala proses penyelidikan dalam ranah hukum kepada pihak kepolisian yang berwenang. Dalam hal ini pula UII berkomitmen untuk mendukung penegakan hukum dan siap membantu melancarkan jalannya penyelidikan pihak yang berwenang,” katanya.

Sebagai usaha mengantisipasi dampak lanjutan terhadap 34 peserta lainnya, UII telah berkomunikasi secara intensif dengan peserta dan mendorong pemeriksaan kesehatan ulang yang lebih menyeluruh, terutama apabila terdapat indikasi yang dianggap tidak wajar pada kondisi kesehatan peserta, dan sepenuhnya akan difasilitasi oleh UII.

“UII telah menyiapkan crisis center bagi peserta dan pihak keluarga peserta terkait segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa The Great Camping (TGC),” pungkas Harsoyo.

Sementara, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Harsoyo menyatakan bakal membuat keputusan tegas terhadap mahasiswanya yang menjadi pelaku kekerasan saat Diksar tersebut.

“Apabila terbukti, maka pihak yang melakukan kekerasan akan ditindak tegas sesuai dengan aturan kedisiplinan mahasiswa yang berlaku di UII. Jika pelanggarannya berat, kita keluarkan dari UII,” ujar Harsoyo di depan ruang jenazah RS Bethesda, Jl Jenderal Sudirman, Yogyakarta, Selasa.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: