Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Megawati Dipolisikan, PDIP: Motifnya Apa? Kalau Disuruh Kan Aneh

Tampang Baharuzaman (koko putih) yang melaporkan Megawati

Tampang Baharuzaman (koko putih) yang melaporkan Megawati. (Suara.com)

Anekainfounik.net. Juru Bicara PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menduga ada orang lain yang menyuruh Baharuzaman, Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama yang melaporkan Megawati Soekarnoputri ke polisi. Hal ini disimpulkan karena usai pidato Mega di HUT ke 44 PDIP ada orang yang memang berniat memperkarakan pidato tersebut.

Eva pun membeberkan bukti bahwa tak ada rekam jejak Megawati melakukan penghinaan. “Ibu Mega tak punya track record melakukan penghinaan. Masa karena statement yang dimaknai oleh secara subyektif, (Bu Mega) diproses (di kepolisian)? Masa orang disuruh laporkan ini, bukan kesadaran dirinya,” kata Eva usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2017).

“Polisi punya kewajiban menerima (laporan) dan (nanti) ada penelitian motifnya (melapor) apa. Kalau disuruh, kan aneh” tambah Eva, seperti diberitakan Detikcom.

Terlepas dari kecurigaan motif pelapor, Eva menghormati proses hukum yang berjalan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Namun, secara pribadi, Eva mengaku tetap tak menemukan kalimat yang memenuhi unsur penistaan agama dalam pidato Megawati.

“Begini, setiap orang berhak melaporkan apabila dia menjadi korban. Kalau melaporkan Bu Mega penistaan, itu di mana penistaannya?” kata Eva.

Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira meminta Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama Baharuzaman yang melaporkan Megawatu mempelajari dulu isi pidato tersebut.

“Apanya yang penistaan? Saya kira yang melaporkan itu tidak memahami persoalan, isi dari pidato itu. Suruh pelajari dululah pidato itu,” kata Andreas usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2017).

Sementara, politisi PDIP lainnya, Masinton Pasaribu menilai orang yang melaporkan Megawati tidak memahami kondisi bangsa saat ini. Menurut dia, apa yang disampaikan Megawati tersebut sudah sesuai dengan kondisi bangsa saat ini.

“Pelapor ini tidak memahami kontekstual bangsa saat ini, pemahamannya dangkal,” kata Masinton saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Untuk itu, anggota Komisi III DPR ini meminta agar pelapor membaca penuh apa yang disampaikan mantan Presiden RI ke-4 itu secara utuh. Bahkan dirinya mengklaim isi pidato Megawati tersebut mendapatkan apresiasi banyak kalangan.

Pidato tersebut dinilai sangat tepat disampaikan saat ini. “Banyak kalangan mengapresiasi isi pidato Megawati, karena dinilai sangat berkonteks dengan kondisi bangsa saat ini,” ucap Masinton.

Seperti diberitakan sebelumnya, Megawati dilaporkan oleh Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama atas nama Baharuzaman selaku humas LSM tersebut hari ini dengan surat bernomor TBL/6/I/2017/Bareskrim tertanggal 23 Januari 2017.atas tuduhan penodaan agama dalam pidatonya saat peringatan HUT ke-44 PDIP yang lalu.

Baca juga: FPI Laporkan Megawati ke Bareskrim Atas Tudingan Penodaan Agama

Baharuzaman adalah mantan Ketua FPI Jakarta Utara yang melaporkan Mega berdasarkan perintah Imam Besar FPI, Rizieq Shihab yang mengancam akan mengadukan Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya Rizieq ingin menyelesaikan kasusnya secara keluargaan, namun pihak PDIP menolak.

Adapun pernyataan Megawati yang dianggap pelapor mengandung unsur penodaan agama yaitu, “Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: