Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Saksi M. Asroi Saputra: Pidato Ahok di Pulau Seribu Sakiti Umat Muslim Sedunia

Muhammad Asroi Saputra, saksi pelapor dari FPI untuk Kasus Ahok

Muhammad Asroi Saputra, saksi pelapor dari FPI untuk Kasus Ahok. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Muhammad Asroi Saputra, PNS Kementerian Agama yang menjadi saksi pelapor bersaksi dalam sidang lanjutan Ahok di Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Pria yang berdomisili di Padangsidempuan, Sumut ini melihat cuplikan video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, dari televis. Dari situ, Asroi kemudian melaporkan Ahok atas dugaan penistaan agama.

“Penodaan agama dari menonton TV, media elektronik. Yang ditonton terdakwa Basuki Tjahaja Purnama menodai agama Islam,” kata Asroi yang merupakan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan FPI ini dalam sidang.

Namun Asroi tidak mengingat tanggal dirinya menyaksikan tayangan cuplikan video Ahok saat kunjungan terkait program budidaya ikan dan panen ikan kerapu di Pulau Pramuka. Yang pasti Asroi mengingat tanggal kejadian saat Ahok berpidato dan menyinggung surat Al Maidah ayat 51.s

“Saya hanya melihat TV pak, disimak dibohongi pakai Al Maidah. Saya lupa durasinya pak. Saya lihat terdakwa ngomong pak, saya fokus yang menodai agama jadi pas itu bener terdakwa ngomong begitu,” terang Asroi.

Tak cuma menonton televisi, Asroi dengan sejumlah orang lainnya juga menyaksikan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 melalui YouTube.

“Yang saya lihat di TV dan YouTube, jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja kalau nggak percaya sama saya… itu hak bapak itu nggak bisa pilih saya… dibodohin gitu ya,” terang Asroi mencuplik pernyataan Ahok yang kini jadi persoalan.

Setelah menonton video tersebut, Asroi mengaku menghubungi ulama. Lewat percakapan telepon, ulama tersebut mengaku juga sudah menonton video pidato Ahok.

“Kita harus laporkan ini, kita laporkan pihak berwajib,” tegasnya.

Pelaporan terhadap Ahok dibuat Asroi bersama sejumlah orang ke Polres Padangsidempuan, Sumut, pada 21 Oktober 2016. Asroi kemudian dimintai keterangan untuk dibuatkan berita acara pemeriksaan pada 17 November 2016.

“Kami di-BAP di Polres,” sebutnya.

“Berita acara penyumpahan saksi hanya dibaca judulnya saja,” kata Asroi.

Asroi mengaku hanya menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) setelah dibaca ulang hasil tanya jawab dengan penyidik. Dia tak tahu prosedur perlunya pengambilan sumpah terkait pemeriksaan di polisi.

(Baca juga: Mengenal 5 Orang Saksi dalam Sidang Ke-7 Kasus Ahok)

“Kalau sudah di BAP ditandatangani, saya pikir memang proses seperti itu. Sebelumnya memang belum pernah di BAP, setelah di BAP ditandatangani sesuai,” ujarnya.

Asroi menyebut pernyataan Ahok telah melukai umat muslim sedunia.

“Di nomor 4 BAP, yang menonton penodaan agama gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan yang menjadi korban umat muslim sedunia dan saya,” kata hakim mengkonfirmasi isi BAP Asroi dalam sidang lanjutan Ahok.

Asroi menilai seluruh umat muslim pasti tersinggung dengan pernyataan Ahok yang berbicara mengenai surat Al Maidah saat kunjungan kerja dalam rangka panen ikan kerapu di tempat pelelangan ikan di Pulau Pramuka pada 27 September 2016.

“Karena umat Islam semua bersaudara, pasti rasa sakit dirasakan,” tegas Asroi.

“Itu kesimpulan saudara. Apakah sudah dilakukan survei? Apa hanya perasaan saudara saja?” tanya hakim dalam persidangan.

“Ketika dinista, dinodai merasa kan hal yang sama,” jawab Asroi.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: