Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Admin TNI AU ‘Gertak’ Netizen Anggota FPI yang Nyinyir di Twitter

Admin Twitter @_TNIAU gertak netizen FPI

Admin Twitter @_TNIAU gertak netizen FPI

Anekainfounik.net. Pengelola akun Twitter TNI AU diketahui cukup luwes dalam berinteraksi, termasuk saat merespons cuitan miring. Tapi bukan berarti ‘si mimin’ tidak bisa tegas.

Cuitan di akun Twitter @_TNIAU kembali menjadi perhatian. Hal ini bermula saat admin Twitter TNI AU mem-posting pernyataan resmi Kedubes Palestina untuk Indonesia, yang menyesalkan bendera negaranya dibawa-bawa dalam aksi demonstrasi.

“Pemerintah Palestina bangga dgn kedekatan kita, namun keberatan jika bendera kebangsaan dipakai utk demo & hal² yg dpt berdampak negatif💂” tulis akun Twitter @_TNIAU pada 18 jam lalu seperti dilihat detikcom, Kamis (26/1/2017).

Rupanya cuitan admin TNI AU yang biasa memanggil dirinya Airmin itu direspons nyinyir oleh salah seorang netizen. Adalah akun @tanbatoeah atau Sutan Labil yang membalas cuitan Airmin dengan nyinyir itu.

“@_TNIAU ngurusi brndera Mulu nih tentara banci, yg bakar bndera di Papua brani tidk… ha.ha.ha.. klian kan cuma nmpak hebat klo pkai senjat,” tulis akun yang menggunakan lambang Front Pembela Islam (FPI) di akun Twitter miliknya.

Kicauan nyinyir akun @tanbatoeah atau Sutan Labil

Kicauan nyinyir akun @tanbatoeah atau Sutan Labil

Airmin pun langsung menanggapi cuitan tersebut. Kepada @tanbatoeah, TNI AU menjelaskan mengenai tugas prajurit mengawal kebijakan pemerintah.

Belum juga @tanbatoeah menjawab, Airmin kembali mem-posting argumentasi untuk menjawab pernyataan nyinyir netizen itu. Termasuk pembakaran bendera di Papua.

“1. Soal pembakaran bendera, pelaku sdg pengejaran di hutan Papua. 2. Statemen anda bkn ditujukan ke airmin, tp TNI AU, krn ini akun resmi💂” cuit Airmin.

Tak berapa lama dari cuitan terakhir, TNI AU kembali mem-posting di Twitter. Airmin meminta agar @tanbatoeh meminta maaf kepada TNI AU agar permasalahan tidak berlanjut-lanjut. Screenshot tweet di timeline-nya juga ikut di-posting.

“Airmin beri waktu sampai pukul 00:00wib, jika @tanbatoeah tdk minta maaf scr terbuka dg mention airmin, maaf TNI AU akan bertindak tegas💂” cuit Airmin memberi peringatan.

Hanya menjelang satu jam, @tanbatoeah langsung meminta maaf kepada TNI AU. Hal tersebut terlihat dari reply atau jawaban Airmin.

“Trims, airmin menghargai & menerima maaf anda sebagai seorang ksatria, doakan & dukung kami TNI utk menjaga NKRI dari separatis manapun💂” cuit TNI AU.

Sayangnya, permintaan maaf akun itu tidak di-screenshot oleh Airmin. @tanbatoeah juga mengunci akunnya sehingga permintaan maafnya tidak terlihat dari cuitan ‘reply’ TNI AU bagi netizen yang tidak menjadi pengikutnya. Meski begitu, capture-an permintaan maaf @tanbatoeah beredar melalui broadcast WhatsApp.

“@_TNIAU saya minta maaf klo kata” saya menyinggung airmen n semoga pelaku pembakaran segera ditangkap,” demikian cuitan @tanbatoeah yang beredar itu.

Menanggapi hal ini, Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya menyatakan pihaknya terus berupaya memberikan informasi kepada masyarakat atau sharing pengetahuan lewat media sosial. TNI AU di Twitter menyebut follower-nya sebagai ‘airmen’.

“Kalau kita salah, maka TNI AU akan menerima masukan apabila ada koreksi dari masyarakat, tentunya ada dasar-dasar yang menguatkan koreksi tersebut,” kata Jemi, Kamis (26/1/2017), dilansir Detikcom.

“Begitu juga dari yang memberikan komentar, kalau ada yang kurang pas memberikan tanggapan tersebut, maka kita berusaha untuk meluruskannya dan memberikan pencerahan,” lanjutnya.

Menurut Jemi, itu dilakukan agar netizen tidak mudah berpikiran negatif dalam segala hal. Sebab, budaya negative thinking akan berdampak tidak baik.

“Nanti akan mudah dimanfaatkan oleh orang atau golongan/kelompok yang menginginkan NKRI terpecah,” tutur Jemi.

Akun TNI AU sudah lama menarik perhatian netizen. Selain santun dan informatif, admin @_TNIAU dikenal luwes dan tak jarang menyelipkan humor. Tak jarang kicauannya mengundang tawa netizen. Dia juga beberapa kali memperingatkan akun-akun nyinyir lain di kesempatan sebelumnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: