Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Disindir Ahok Soal Rangking Kemendikbud, Ini Jawaban Anies

Anies Baswedan-Sandiaga Uno di debat kedua

Anies Baswedan-Sandiaga Uno di debat kedua. (Viva.co.id)

Anekainfounik.net. Jakarta – Dalam debat cagub DKI kedua, Basuki T Purnama sempat ‘menyerang’ Anies Baswedan terkait rangking buncit Kemendikbud, instansi yang pernah dipimpin Anies. Apa jawaban Anies?

“Sebelum saya jawab, saya koreksi dulu mengenai pernyataan Pak Basuki bahwa Kemendikbud rangking 22,” kata Anies dalam debat di Hotel Bidakara, Jaksel, Jumat (27/1/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Anies mengatakan data yang dipaparkan Ahok salah. Rangking 22 itu, merupakan rangking sebelum Anies menjabat sebagai Mendikbud.

“Saya sebetulnya tidak mau angkat ini. Saya perlu koreksi karena sudah disinggung. Itu merupakan rangking sebelum saya bertugas. Ketika saya bertugas naik jadi 9 rangking di antara semuanya,” kata Anies.

Anies meminta maaf apabila muncul kesan sombong dari pernyataannya. Namun gebrakan itu juga yang akan dia lakukan ketika nantinya terpilih menjadi gubernur DKI.

“Maaf jadi kesannya sombong. Tapi Insya Allah nanti di Jakarta kita bereskan sebagaimana di Kemendikbud kemarin,” kata Anies.

Dalam sesi sebelumnya, Ahok sempat ‘menyerang’ Anies dengan menyebut prestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ketika dipimpin Anies.

“Sebetulnya kita maklum, Jakarta kota besar orangnya banyak. Misal dari Ombudsman kami juara 16 dari 33 provinsi. Pak Anies di Kemendikbud juara 22 dari 22 kementerian,” kata Ahok.

Ahok lalu menjelaskan bahwa yang terpenting bukan peringkat tapi progres yang dilakukan. Menurut Ahok, di masa kepemimpinannya DKI Jakarta mengalami progres yang membaik.

“Yang penting progres. Semua progres DKI makin lama makin membaik,” ucapnya.

Ahok juga menyinggung tentang programnya yaitu KJP untuk mendidik siswa. Ahok ingin KJP benar-benar membantu siswa agar bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

“Ada nggak sih sekarang pakai tas butut, sepatu butut. Ada nggak pas kenaikan kelas pergi ke pegadaian? Sekarang orang semangat untuk kuliah kami kasih Rp 18 juta. Mendidik anak-anak memakai kartu, ke Gramedia pakai gesek, ini menaikkan kepercayaan diri. Ini edukasi yang kami maksud,” ujar Ahok.

Sebelumnya, Anies menyinggung tentang APM (Angka Partisipasi Murni) anak sekolah di Jakarta Utara yang kalah dari Biak. Anies pun menanyakan strategi pasangan Ahok-Djarot untuk meningkatkan itu.

“Angkanya di bawah Biak. Jakut itu tempat tinggalnya, bagaimana memastikan mengurusi pendidikan. Bukan sekedar KJP dan bapak sudah melakukan itu 5 tahun dan ada yang tidak dapat (KJP), ini bermasalah. Bagaimana bisa menitipkan Jakarta ke anda lagi, tidak beres. Ini mendasar, memastikan anak bisa sekolah,” tanya Anies sebelumnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: