Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

KPK Sita Stempel Label Halal Berbagai Negara di Kantor Basuki Hariman

Basuki Hariman turun dari mobil tahanan setibanya di Gedung KPK

Basuki Hariman turun dari mobil tahanan setibanya di Gedung KPK. (ANTARA Foto)

Anekainfounik.net. KPK menemukan 28 stempel saat menggeledah kantor CV Sumber Laut Perkasa (SLP) milik Basuki Hariman yang terkait kasus dugaan suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan. Menurut KPK, stempel itu digunakan untuk mempermudah urusan impor daging.

“Indikasi adalah agar impor daging lebih mudah masuk ke Indonesia,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Stempel itu sendiri ada yang berasal dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Ada pula stempel dari lembaga yang berwenang memberi label halal dari berbagai negara.

“Beberapa label halal yang tertulis dari negara pengekspor daging seperti Australian Halal Food services, Islamic coordinating council of Victoria, Queensland, Kanada dan China. KPK akan mempelajari keberadaan yang seolah-olah cap atau stempel yang berasal dari negara-negara dan organisasi yang bergerak di sertifikasi halal dan importasi daging,” jelas Febri.

Febri menyatakan tidak tertutup kemungkinan KPK memanggil saksi dari pihak-pihak yang stempelnya terdapat di kantor PT SLP yang dimiliki oleh Basuki Hariman.

“Apakah dibutuhkan pemanggilan untuk dikonfirmasi, apakah ada stempel Kementan atau Kemendag yang ditemukan di kantor BHR di Sunter, penyidik akan mempertimbangkan relevansinya. Jika relevan akan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Saat ini yang bisa disampaikan temuan cap atau stempel yang digunakan dalam importasi daging masih didalami,” ungkapnya.

Dalam kasus dugaan suap ke Patrialis Akbar, Febri menyebut ada kepentingan dari Basuki Hariman sebagai importir daging sapi. Menurutnya, putusan Mahkamah Kontitusi terkait UU Peternakan dan Kesehatan Hewan akan berpengaruh terhadap bisnis Basuki.

“BHR (Basuki Hariman) yang adalah pengusaha impor punya kepentingan langsung dan tidak langsung terhadap putusan,” ujarnya.

KPK telah menetapkan Basuki Hariman sebagai tersangka dugaan memberi hadiah atau janji USD 20 ribu dan SGD 200 ribu kepada Patrialis Akbar yang juga menjadi tersangka. Patrialis sendiri suah dibebastugaskan sebagai Hakim MK.

Ada 2 tersangka lain dalam kasus ini. Mereka adalah Kamaludin yang diduga sebagai perantara dan Ng Feni yang merupakan karyawan di kantornya Basuki Hariman.

Basuki Hariman, mengaku tidak tahu penemuan 28 stempel lembaga kantornya. Dia mengaku baru mendengar hal tersebut.

“Stempel apa? Saya nggak tahu. Saya nggak tahu itu. Saya belum ngerti baru dengar,” kata Basuki usai keluar dari Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2017).

Basuki juga mengaku tidak tahu terkait draf putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang ditemukan KPK saat menangkap tersangka lainnya, Kamaludin. Alasannya adalah dia tidak berada di lokasi penangkapan di lapangan golf Rawamangun.

“Saya nggak pernah lihat draf putusan MK. Ditemukan di mana itu? (Saya) nggak ada (di lokasi), saya nggak tahu,” jelasnya.

Terkait indikasi pemalsuan izin impor seiring ditemukannya stempel 28 lembaga di kantornya di Sunter, Jakarta Utara, Basuki juga membantah hal itu. Menurutnya semua izin diperoleh dari lembaga yang berkaitan.

“Semua ada izinnya. Semua ada notanya. Semua saya urus izinnya, untuk mendapatkan izin itu di Kementan dan Kemendag. Tapi kalau ada stempel-stempel itu saya nggak tahu,” ujarnya.

Dia turut membantah pemalsuan label halal bagi daging yang diimpornya. “Itu udah dari negara asalnya. Daging kita dari Australia itu sudah ada sertifikatnya. Negara lain Amerika, New Zealand, Kanada ada. China nggak ada (mengimpor),” ucapnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: