Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ketum MUI: Ahok Sebut Alquran Jadi Alat Kebohongan, Itu Penghinaan!

Ahok akan duduk di ruang sidang ke-8 kasus penodaan agama

Ahok akan duduk di ruang sidang ke-8 kasus penodaan agama. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Jakarta – Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu berujung pada meja hijau. Ahok diduga melakukan penistaan agama karena menyebut ‘jangan mau dibohongi pakai surat Al Maidah ayat 51’.

Dalam persidangan perkara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Ketum MUI) Ma’ruf Amin turut dihadirkan sebagai saksi. Ma’ruf menjelaskan tentang proses pembentukan sikap keagamaan MUI terkait ucapan Ahok.

Ma’ruf menyebut pembentukan sikap itu bisa berawal dari permintaan masyarakat atau tanpa permintaan masyarakat. MUI melalui 4 komisinya untuk melakukan pembahasan.

“Pimpinan memerintahkan 4 komisi untuk melakukan pembahasan,” ucap Ma’ruf dalam sidang kasus dugaan penistaan agama di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Video pidato Ahok pun diputar. Namun Ma’ruf mengaku hanya mengecek tulisan saja, sedangkan video dicek oleh tim.

Tim MUI melakukan pengkajian ke Kepulauan Seribu. Namun Ma’ruf menyebut klarifikasi terhadap Ahok dianggap tidak perlu.

“Kami rasa tidak perlu. Kami berpegang pada prinsip niatnya apa, kami menghukum ucapan ada pun hatinya Allah SWT,” kata Ma’ruf.

Setelah melalui pengkajian sedemikian rupa, MUI pun mengeluarkan sikap. Ma’ruf menyebut MUI menegaskan apa yang disampaikan Ahok adalah penghinaan.

“Iya ada penghinaan, itu melecehkan. Dari memposisikan Alquran sebagai alat kebohongan. Dibahasakan bahwa terdakwa itu ada mengandung penodaan karena Alquran dipakai alat berbohong. Dari segi bahasa Alquran dipakai sebagai alat kebohongan. Tinjauannya ini ayat-ayat,” terang Ma’ruf.

Baca juga: Ngaku Tak Lihat Video, Ketum MUI: Ucapan Ahok Hina Alquran dan Ulama

Namun sebelum MUI mengeluarkan sikap itu, rupanya MUI Provinsi DKI Jakarta lebih dulu mengeluarkan teguran terhadap Ahok. Ma’ruf menyebut hal itu tidak masalah asal tidak bertentangan dengan garis kebijakan MUI pusat. Tim pengacara Ahok lantas mempertanyakan keluarnya surat teguran dari MUI DKI dua hari sebelum sikap keagamaan MUI dikeluarkan MUI pusat pada 11 Oktober 2016.

“Ini sudah jadi isu nasional bukan hanya daerah, pertanyakan masalah ini, bukan masalah daerah dan pada datang ke MUI pusat. Menimbulkan kegaduhan pusat. Antara teguran MUI daerah dan MUI pusat tidak saling bertentangan. MUI daerah mengeluarkan teguran, MUI pusat mendapat laporan,” kata Ma’ruf.

Baca juga: Ma’ruf Amin: Teguran MUI DKI Tak Cukup, Ahok Harus Diproses Hukum

Ma’ruf menyebut teguran MUI DKI yang salah satunya berisikan pendapat agar Ahok fokus pada tanggung jawab sebagai gubernur, sudah dikoordinasikan dengan MUI pusat. “Iya betul,” jawab Ma’ruf soal dilakukannya koordinasi.

Iklan

Diskusi

One thought on “Ketum MUI: Ahok Sebut Alquran Jadi Alat Kebohongan, Itu Penghinaan!

  1. Maksud si ahok artinya klu ada oknum pakai surat al maidah ayat 51 tsb untuk menjelekan dirinya supaya jangan dipilih karena dia non muslim.

    Posted by Wangsit baturin | Januari 31, 2017, 11:44 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: