Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

KPU DKI: Ahok Tak Langgar Aturan Kampanye Saat Pidato di Pulau Pramuka

Dahliah Umar, anggota KPU DKI Jakarta

Dahliah Umar, anggota KPU DKI Jakarta. (Metrotvnews.com)

Anekainfounik.net. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sengaja menempatkan Surat Al-Maidah untuk kepentingan Pilkada DKI saat berkunjung ke tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Pramuka di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.

Dalam sambutan di depan warga, Ahok dianggap sengaja memasukkan kalimat terkait pemilihan gubernur.

“Bahwa, meskipun kunjungan tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta, akan tetapi oleh karena terdakwa terdaftar sebagai salah satu cagub, maka ketika terdakwa memberikan sambutan dengan sengaja memasukkan kalimat yang berkaitan dengan agenda pemilihan Gubernur DKI dengan mengaitkan Surat Al-Maidah ayat 51,” papar jaksa dalam surat dakwaan.

Namun, soal dugaan pelanggaran kampanye ini dibantah oleh KPU DKI Jakarta karena posisi Ahok pada 27 September 2016 baru mendaftar sebagai bakal calon Gubernur DKI alias belum ditetapkan sebagai pasangan calon.

“Belum (belum penetapan pasangan calon,–red) karena ditentukan tanggal 28 Oktober 2016,” ujar anggota KPU DKI Dahliah Umar saat bersaksi dalam sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Dalam persidangan, Dahliah menjelaskan tahapan Pilkada DKI Jakarta, yang diikuti Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Ahok-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pemungutan suara Pilkada DKI dilakukan pada 15 Februari 2016.

“Penelitian berkas calon 23-29 September 2016. Penetapan calon tanggal 28 Oktober 2016,” sebut Dahliah.

Dahliah Umar menegaskan tidak ada aturan soal batasan kampanye bagi para pendaftar cagub/cawagub DKI Jakarta. Aturan kampanye berlaku setelah KPU menetapkan pasangan calon.

“Tidak ada (sanksi, red), karena aturan mengikat usai ditetapkan sebagai pasangan calon,” kata Dahliah dalam sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Dahliah dalam persidangan menyebut tidak ada laporan dari Bawaslu soal kampanye di luar jadwal. Sebab, saat Ahok berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016, belum ada penetapan pasangan calon.

“Tidak ada laporan dari Bawaslu karena masa kampanye belum mulai,” ujarnya.

Ahok dalam surat dakwaan jaksa disebut sengaja menggunakan Surat Al-Maidah 51 untuk kepentingan proses Pilkada DKI. Saat dikonfirmasi hakim, Dahliah menegaskan pada 27 September 2016 para bakal calon yang mendaftar masih diperiksa berkasnya oleh KPU.

“Masih pemeriksaan, belum tentu kami loloskan berkasnya,” ujar Dahliah bicara soal tahapan pilkada terkait tanggal 27 September 2016.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: