Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Mangkir 3 Kali, Pengacara Ahok Minta Saksi Ibnu Baskoro Dipanggil Paksa

Ahok menghadiri sidang ke-8 kasus penodaan agama

Ahok menghadiri sidang ke-8 kasus penodaan agama. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Kuasa hukum Basuki T Purnama alias Ahok, Trimoelja D Soerjadi, meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memanggil paksa saksi pelapor Ibnu Baskoro. Sebab saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu telah tiga kali mangkir memberikan kesaksian dalam sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok.

“Kami minta dihadirkan secara paksa,” kata Trimoelja saat dikonfirmasi, Selasa (31/1). Seperti diberitakan Antara dan Merdeka.com.

Menurut dia, tim kuasa hukum Ahok mempertanyakan alasan Ibnu Baskoro telah tiga mangkir dalam persidangan tersebut. “Apa mungkin Ibnu menyembunyikan sesuatu sehingga tidak hadir. Dia kan sudah melapor jadi harus bertanggung jawab atas laporannya itu. Kalau tidak hadir kami bertanya-tanya ada misteri apa? Itu yang ingin kami gali,” ucap Trimoelja.

Sementara itu, JPU akan menghadirkan lima saksi dalam lanjutan sidang Ahok hari ini. “Dua saksi dari nelayan di Kepulauan Seribu, yaitu Zainudin alias Panel dan Saifudin alias Deni. Selanjutnya Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin dan Komisioner KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar. Satu saksi lagi yaitu Ibnu Baskoro sebagai saksi pelapor,” kata Trimoelja.

Sidang kedelepan Ahok ini dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB. Sementara arus lalu lintas di depan Gedung Kementerian Pertanian Jakarta tepatnya di Jalan RM Harsono yang mengarah ke Ragunan sudah ditutup pihak kepolisian baik jalur umum maupun jalur Bus Transjakarta.

Sedangkan arah sebaliknya dari Ragunan menuju Mampang Prapatan masih dibuka baik jalur umum maupun jalur Bus Transjakarta.

Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Sementara menurut Pasal 156a KUHP, pidana penjara selama-lamanya lima tahun dikenakan kepada siapa saja yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: