Iklan
//
Anda membaca...
Bisnis

Begini Kronologi Pencopotan Bos Pertamina Versi Rini Soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Kursi Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama (Wadirut) Pertamina sudah ditinggalkan oleh Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang. Saat ini posisi Direktur Utama Pertamina diduduki oleh Yenni Andayani sebagai Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Direktur Utama.

Posisi Wadirut Pertamina baru diisi pada beberapa bulan lalu atas usulan Dewan Komisaris Pertamina yang kemudian disetujui oleh pemegang saham yaitu Rini Soemarno.

Menteri BUMN Rini Soemarno ikut angkat bicara mengenai langkahnya menyetujui adanya kursi Wadirut di Pertamina. Menurutnya, dengan adanya wadirut diharapkan bisa membantu jajaran direksi dalam menjalankan tanggung jawab Pertamina yang ke depan akan semakin besar.

“Dan akhir Agustus itu Dewan Komisaris memberikan usulan kepada kami bahwa perlu adanya wadirut, mengingat tanggung jawab Pertamina sangat besar di tahun mendatang. Terutama kita juga mendorong pertamina implementasikan satu harga, dan ada proyek besar yang belum pernah.

Rini menambahkan, proyek-proyek besar yang dimaksud antara lain revitalisasi kilang hingga penambahan kapasitas kilang yang ada di beberapa daerah. Pertamina juga diminta untuk meningkatkan kapasitas produksinya di tahun mendatang.

“Selain itu kita juga terus mendorong meningkatkan kemampuan mendapatkan sumur di luar Indonesia, mengingat sumur di Indonesia kapasitasnya makin berkurang. Padahal kita punya commit agar Indonesia mempunyai kemandirian energi, sehingga kita harus cari potensi sumber minyak di tempat lain,” ujar Rini.

Usulan penambahan direksi di tubuh Pertamina juga sudah melakukan kajian dari konsultan independen. Hingga pada akhirnya Rini selaku Menteri BUMN dan pemegang saham menyetujui adanya penambahan kursi wadirut.

“Dan kami sebagai pemegang saham melakukan itu dan memutuskan menerima usulan Dewan Komisaris dan memutuskan adanya wadirut dan tambahan direksi,” tutur Rini.

Namun, lanjut Rini, di tengah perjalanannya ada permasalahan kepemimpinan di tubuh Pertamina. Di mana jika ini diteruskan akan membahayakan bagi Pertamina itu sendiri.

“Tapi dalam perjalanannya, kita lihat baru beberapa bulan ternyata ada permasalahan kepemimpinan,” ujar Rini.

Atas dasar itu, Rini melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin sore atas pemberhentian Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang dari Dirut dan Wadirut Pertamina.

“Atas usulan itu saya melapor ke Presiden dan instruksikan kepada saya ya sudah dilakukan,” katanya

Surat Keputusan (SK) pergantian direksi Pertamina tersebut pun ditandatangani Rini semalam.

“Makanya tadi malam saya menandatangani yang hari ini dilakukan oleh Pak Gatot dan tadi malam saya tandatangani,” tutup Rini.

Sebelumnuya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengatakan, perombakan direksi ini didasari karena Pertamina ingin kerja sama dan kekompakan antara manajemen harus dijaga dengan baik. Namun, dia membantah jika dikatakan Dirut tidak bisa mengurus Wadirut sebagai bawahannya.

“Bukan (Dirut tidak bisa urus Wadirut). Kalau sebagai itu kan pasti dia akan loyal sama dibawahnya. Itu kan masalah kerja sama dan kekompakan perlu dijaga,” katanya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Baca juga: Ini Alasan Dwi Soetjipto Dicopot dari Dirut Pertamina

Menurutnya, jika manajemen tidak berani mengambil keputusan maka akan banyak proyek-proyek perseroan yang tertunda. Karena itu, dibutuhkan struktur manajemen yang dapat cepat mengambil keputusan.

“Jadi kalau misalnya manajemen enggak berani mengambil keputusan banyak yang tertunda, maka proyek itu akan tertinggal. Jadi masalah kecepatan mengambil keputusan itu akan menentukan Pertamina ke depan,” imbuh dia.

Gatot menegaskan, keputusan perombakan direksi ini tidak secara tiba-tiba. Dia juga membantah pencopotan Ahmad Bambang sebagai Wadirut ada kaitannya dengan kasus korupsi yang melibatkannya. “Enggak (tiba-tiba), sebenarnya sudah lama. Enggak ada hubungan sama sekali (dengan kasus Ahmad Bambang di kejaksaan),” paparnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: