Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Beredar Isu KTP Ganda Pendukung Ahok, Dirjen Dukcapil: Fotonya Dipalsukan

KTP ganda yang difitnah sebagai pendukung Ahok

KTP ganda yang difitnah sebagai pendukung Ahok. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Belakangan ini di sosial media beredar isu soal foto KTP ganda pendukung pasangan calon nomor urut dua di Pilgub DKI 2017, Ahok-Djarot. Yang membuat isu ini tambah diperbincangkan karena terdapat foto pria dan wanita dari etnis Tionghoa. Isu SARA dipadukan dengan fitnah menjadi target hoax kali ini.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh memastikan, isu yang beredar tentang KTP ganda tersebut tidak benar.

Menurut Zudan, kemunculan KTP palsu dengan foto yang sama dengan nama berbeda itu biasa terjadi pada saat pilkada, terutama untuk dukungan calon perseorangan.

“Ketiga foto tadi palsu karena menggunakan data milik orang lain,” kata Zudan Arif Fakrulloh dalam pesan tertulisnya, Sabtu, 4 Februari 2017, seperti diberitakan Detikcom.

Menurut Zudan, pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dapat dideteksi dengan mudah oleh Dirjen Dukcapil melalui situs SIAK Konsolidasi, yakni dengan cara meng-input NIK tersebut. “Dalam 2 detik terjawab semua,” ucap Zudan.

Sebelumnya beredar informasi di media sosial Facebook tentang adanya KTP ganda, yakni tiga buah KTP dengan foto satu orang yang sama. Namun nama yang tercantum dalam ketiga KTP tersebut berbeda.

Pada KTP pertama, tertulis Nomor Induk Kependudukan (NIK) 3172052006640001, pada saat dicek melalui website KPU, tercantum nama pemilik Mada, berjenis kelamin laki-laki, lahir di Jakarta, 20 Juni 1964.

Dalam KTP tersebut, Mada beralamat di Jalan Lodan Raya Nomor 12, RT 003/002, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Saat pemilihan kepada daerah nanti, ia terdaftar di TPS 10.

Adapun di KTP kedua, masih dengan foto yang sama, pria tersebut memiliki NIK dengan nomor 3173021502650003, dengan nama Saidi. Di dalam KTPnya, pria tersebut diketahui terlahir di Jakarta, 15 Februari 1965, dan beralamat di Jalan Tawakal Ujung Nomor 7, RT 004/008.

Dalam website KPU, pria tersebut beralamat di Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dan terdaftar di TPS 38.

Di KTP ketiga, pria tersebut terdaftar dengan NIK 3172051205610006, dengan nama Sukarno. Dalam KTPnya, tempat kelahiran tersebut terdaftar di Tegal, 12 Mei 1961, dan beralamat di Pademangan III GG. 15 No 206, RT 006/007.

Saat dicek melalui website KPU. pria tersebut beralamat di Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Timur, dan terdaftar sebagai calon pemilih di TPS 52.

Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Sumarno menambahkan, data yang beredar tentang ketiga KTP tersebut sebenarnya sudah benar. Karena apabila dilakukan pengecekan melalui SIAK Konsolidasi, akan terlihat foto-foto sebenarnya dari KTP yang dipalsukan.

“Jadi, datanya valid tapi foto dipalsukan. Foto (yang sama) ditempel ke data orang lain,” kata Sumarno.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: