Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Membaca Maksud Kicauan SBY: Bpk Ma’ruf Amin, Kita Dimata-matai

Kicauan SBY meminta Ma'ruf Amin sabar dan tegar

Kicauan SBY meminta Ma’ruf Amin sabar dan tegar. (Twitter

Anekainfounik.net. Setelah menggelar konferensi pers di Wisma Proklamasi, Rabu (1/2/2007), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali curhat lewat akun Twitter miliknya @SBYudhoyono. Seperti biasa, Ketua Umum Partai Demokrat ini memosisikan dirinya sebagai pihak yang terzalimi atau playing victim.

Presiden ke-6 Indonesia ini tetap menyinggung soal penyadapan atau politic syping. Ia meminta Ketum MUI Ma’ruf Amin agar tenang bila merasa dimata-matai.

“Bpk Ma’ruf Amin, senior saya, mohon sabar & tegar. Jika kita dimata-matai, sasarannya bukan Bpk. Kita percaya Allah Maha Adil *SBY*,” tulis SBY melalui akun twitter resminya, Sabtu (4/2/2007) pukul 17.00 WIB.

Hingga pukul 20.26, kicauan itu telah dibalas oleh lebih dari 2.500 orang, di retweet oleh lebih dari 1.800 netizen, dan mendapat tanda suka, atau like sekitar 2.500 netizen.

Respon netizen sendiri terbagi dua namun kebanyakan dari mereka mencemooh SBY.

“@SBYudhoyono Anda yg mengorbankan Pak Ma’ruf amin utk kepentingan anda sendiri , Licik bgt ,malu sy punya mantan presiden kyk anda,” kicau akun @hompimpa5.

Kicauan SBY ini terasa aneh karena mengapa harus dikonsumsi publik? Padahal, hal itu bisa dilakukan lewat komunikasi via telepon atau pertemuan atau kontak bilateral yang sifatnya rahasia. Kicauan ini bisa berarti Ma’ruf kini sangat tidak senang dengan SBY akibat pernyataannya yang mengakui menelpon Ma’ruf pada 7 Oktober 2016.

“Percakapan itu ada, tapi tidak ada yang berkaitan dengan MUI,” ujar SBY.

Baca juga: SBY Akui Telepon Ma’ruf Tapi Bantah Intervensi Sikap Keagamaan MUI

Padahal Ma’ruf sendiri menyatakan sebaliknya saat dicecar pengacara Ahok saat persidangan kasus dugaan penodaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1/2017). Hal ini mengisyaratkan seakan-akan SBY menyebut Ma’ruf bersaksi palsu atau berbohong dalam sidang demi menyerang Jokowi dan Ahok soal isu penyadapan. Ya, Ma’ruf kini merasa dikorbankan SBY demi ambisi politiknya.

Baca juga: Membaca ‘Perang’ Jokowi dan SBY Jelang Pencoblosan Pilgub DKI

Kicauan SBY ini juga dapat berarti bertujuan untuk melakukan provokasi kepada massa bahwa dia dan Ma’ruf dizalimi oleh penyadapan, isu yang dihembuskan oleh SBY sendiri. Hal ini berkaitan dengan aksi 112 yang akan digelar beberapa ormas Islam di Monas-Bundaran HI, Jakarta dengan tagline ‘jangan memilih pemimpin non-muslim (Ahok)’.

Dengan kicauan ini, SBY berharap ada massa dari warga NU bergabung dengan FUI, FPI, GNPF-MUI dan lainnya sehingga kekuatannya melebihi aksi 212 yang diklaim mereka dengan massa berjumlah 7 juta orang.

SBY memang kini sedang gencar-gencarnya melakukan berbagai manuver untuk menjadikan sang putra, Agus Harimurti Yudhoyono menduduki jabatan DKI-1. Lembaga survei kini memang mencatat elektabiltas Agus-Sylvi merosot tajam setelah sempat naik akibat euforia kasus penistaan agama Ahok.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: