Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Survei Media 29 Januari-2 Februari: Elektabilitas Ahok Tertinggi

Hasil Survey Median untuk Pilgub DKI

Hasil Survey Median untuk Pilgub DKI. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) merilis hasil elektabilitas 3 pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Hasilnya, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat unggul, disusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

“Elektabilitas pasangan Ahok-Djarot sebesar 29,8 persen, pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh elektabilitas sebesar 26,1 persen, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 27,8 persen. Kesimpulan kami, terjadi salip-menyalip dengan margin yang sangat tipis di antara tiga kandidat,” kata Direktur Riset Median Sudarto di Restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Jika elektabilitas dilihat per wilayah pengambilan sampel, pasangan Ahok-Djarot unggul di Jakarta Barat dengan 33,2 persen, Jakarta Pusat 33,7 persen suara, dan Jakarta Utara 36,1 persen suara. Sedangkan Anies-Sandiaga unggul di Jakarta Selatan dengan perolehan 32 persen dan Jakarta Timur 28 persen suara.

Sementara itu, persentase responden yang belum memilih sebesar 16,3 persen. Pengambilan data survei dilakukan pada 29 Januari hingga 2 Februari 2017 dengan total 800 responden. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

Metodologi survei menggunakan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kota madya dan gender. Margin of error survei kurang-lebih 3,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sudarto menjelaskan peningkatan elektabilitas Ahok-Djarot dipengaruhi performa keduanya dalam debat. Saat pasangan tersebut semakin diterpa isu penistaan agama, elektabilitas sempat menurun.

“Saat data diambil, isu penghinaan dan dugaan penyadapan terhadap Ketua Umum MUI pada persidangan masih relatif kecil. Namun, bila isu ini membesar, akan mengganggu elektabilitas Ahok-Djarot,” imbuh Sudarto.

Selain itu, ia menjelaskan penurunan elektabilitas Agus-Sylvi terjadi setelah adanya berita soal kasus dugaan korupsi dana hibah Pramuka.

“Kenapa dukungan Agus-Silvy menurun, padahal November juara, sekarang turun, pertama besarnya berita negatif secara masif yang menerpa Bu Silvy

Sementara itu, elektabilitas Anies-Sandiaga naik karena tidak adanya isu yang menjerat keduanya seperti dua pasangan lain.

“Kenapa Anies-Sandi meningkat 3 bulan terakhir, karena tidak ada isu yang menjerat mereka, ada isu Pak Anies dipanggil ke KPK, tapi tidak sebesar isu Silvy dan Ahok,” tutupnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: