Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

AKBP Nuh Bantah Keterangan Irena Handono Soal Rekaman di Balai Kota-NasDem

Ahok dan tim kuasa hukum mendengarkan keterangan saksi di sidang ke-9

Ahok dan tim kuasa hukum mendengarkan keterangan saksi di sidang ke-9. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Hasil analisa rekaman wawancara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota dan DPP NasDem menunjukkan tidak ada penyebutan surat Al Maidah seperti disebutkan saksi pelapor Irena Handono pada sidang sebelumnya. Rekaman dianalisa tim forensik dari Puslabfor Mabes Polri.

“Rekaman di Balai Kota atau di NasDem tidak ditemukan rekaman surat Al Maidah 51,” ujar Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri, AKBP M Nuh Al Azhar menerangkan analisis video dalam sidang ke-9 Ahok di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

AKBP Nuh menyebut selain menganalisis dan mentranskrip rekaman video Ahok saat di Kepulauan Seribu, tim juga menganalisis rekaman wawancara Ahok di Balai Kota dan NasDem.

“Yang kita analisis rekaman video yang di Balai Kota, ada analisis metadata, analisis frame per frame, analisis histogram dan transkripsinya. Hasil kita analisis NasDem dan Balai Kota tidak ditemukan penyisipan frame,” imbuhnya.

Terkait dengan video pidato Ahok, M Nuh mengatakan barang bukti yang dianalisis berasal dari para pelapor seperti 1 unit flashdisk dari LP/1010/X/2016, 1 keping DVD-R merek Sony dari LP/1015/X/2016 serta 1 keping DVD-R merek GT-PRO dari LP/1017/X/2016. Video-video ini merupakan bukti yang diserahkan para pelapor saat melaporkan Ahok ke polisi.

Dalam persidangan Ahok sebelumnya, saksi Irena Handono menyebut Ahok berulang kali melakukan penistaan agama. Karena itu, Irena ikut melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri.

Saat menjadi saksi kedua dalam sidang, Irena menyebut dugaan penistaan agama lebih dulu dilakukan Ahok pada saat jumpa pers di Balai Kota.

“Selain di Pulau Seribu, ternyata terdakwa melakukan berulang kali, tanggal 31 Maret 2016 konferensi pers di Balai Kota penodaan Al-Maidah, saya sudah lihat videonya. Tanggal 21 September 2016 terdakwa di depan DPP NasDem dalam konferensi pers mengucapkan kalimat ‘istilah berdebat ini tentu kalau dia bawa Surat Al-Maidah 51…’ ini merupakan pertarungan,” kata Irena bersaksi dalam sidang lanjutan Ahok, Selasa (10/1/2017).

Baca juga: Diduga Saksi Palsu, Irena Handono Akan Dipolisikan Pengacara Ahok

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: