Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Antasari: Saya Siap Hadapi Jika Dituduh Provokator, Mereka Jual, Saya Beli

Antasari Azhar berpidato di acara Jambore Mahasiswa di Cibubur

Antasari Azhar berpidato di acara Jambore Mahasiswa di Cibubur. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Antasari Azhar membenarkan hadir dalam acara Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Cibubur, Jakarta Timur. Saat itu Antasari sempat memberikan ceramah dalam suatu sesi acara.

“Betul, saya hadir sebagai pembicara karena diundang panitia,” kata Antasari ketika dikonfirmasi, Selasa (7/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Namun, setelah memberikan ceramah itu, Antasari mengaku langsung pulang dan tidak tahu agenda selanjutnya. Antasari juga mengaku tidak tahu apabila kemudian ada demonstrasi di depan rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta Selatan, setelah acara itu atau pada Senin, 6 Februari, kemarin.

“Setelah itu, apa agenda mahasiswa tidak dibahas dalam sesi saya sebagai pembicara. Saya langsung pulang,” ucapnya.

“Namun, jika ada pihak yang kemudian menuduh saya sebagai provokator, kemudian mahasiswa demo di depan kediaman mantan presiden, saya siap menghadapi. Mereka jual, saya beli,” kata Antasari tegas.

Ia pun meminta mereka yang menuduhnya sebagai provokator membuktikan materi ceramahnya yang menyinggung hal itu. Apabila tidak ada bukti, Antasari akan menuntut balik.

“Saya minta mereka buktikan hubungan materi ceramah saya dengan gerakan demo tersebut. Jika tidak, hak saya untuk tuntutan balik. Publik juga harus diberi info yang benar,” kata Antasari.

Sebelumnya, panitia Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia menggelar konferensi pers untuk menanggapi penggerudukan ini. Mereka menjelaskan, ini bermula dari datangnya Antasari Azhar di lokasi jambore di Cibubur pada Minggu (5/2).

“Pada malam kedua, itu pure acara mahasiswa. Ada tamu yang tak diduga, yaitu Antasari Azhar. Dia menjelaskan bagaimana kronologi dia menjadi Ketua KPK, menjelaskan ada indikasi kriminalisasi. Karena waktu beliau bekerja keras, luar biasa, beliau bilang banyak menjebloskan orang dekat penguasa ketika itu,” kata Ketua Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia, Septian Prasetyo, dalam konferensi pers di kampus STMIK Raharja, Jl Jenderal Sudirman, Tangerang, Selasa (7/2/2017).

Dari pemaparan Antasari itu, mahasiswa lantas menggelar sidang pleno. Mereka bersidang sampai pagi membahas salah satu pemaparan Antasari mengenai banyaknya kasus korupsi yang pengusutannya belum tuntas. Disimpulkan dari sidang panel itu, para mahasiswa ingin agar kasus korupsi di masa lalu dan saat ini diusut tuntas. Dari situlah mahasiswa memutuskan untuk melakukan aksi sosialisasi.

“Kita ingin kasus korupsi di rezim sebelumnya dan rezim ini diusut tuntas. Lalu timbul perdebatan panjang bagaimana cara kita melakukan sosialisasi tentang hasil pertemuan ini. Ke mana arah kita melakukan sosialisasi. Kesepakatan secara keseluruhan, kita bagikan selebaran di dua titik, Kuningan dan DPR,” kata Septian.

Septian mengatakan aksi itu murni inisiatif dari mahasiswa. Antasari tidak ikut campur.

“(Lokasi itu) hasil kesepakatan dari kawan-kawan,” sambungnya.

Terkait izin dan akomodasi yang mereka gunakan, panitia membenarkan tak punya izin dari polisi. Menurut mereka, aksi yang dilakukan bukan kategori demonstrasi.

“Kita memang tidak pakai izin karena kita cuma bagi-bagi selebaran. Tidak ada teriakan tangkap SBY. Kalau akomodasi, mungkin kawan dari daerah ini dapat sumbangan. Dari kampus juga, transportasi kita pakai bus,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, ketika memberikan pidato politik dalam dies natalis Partai Demokrat di JCC, Senayan, SBY menyebut penggerudukan di rumahnya itu berawal dari provokasi di kawasan Cibubur. “Yang paling baru, kemarin. Yesterday. Rumah saya di Kuningan digeruduk massa yang konon sudah diprovokasi dan diagitasi di kawasan Pramuka Cibubur,” kata SBY.

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam keterangannya, sempat menuduh mahasiswa itu dapat pengarahan dari Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Antasari Azhar.

Baca juga: PD Kaitkan Teten Masduki-Antasari Azhar dengan Demo di Rumah SBY

“Mempertanyakan kenapa aparat hukum terlambat datang dan gagal melakukan langkah preventif, mengingat info demo ke kediaman Presiden RI ke enam sudah beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Infonya, pelaku demo adalah mahasiswa yang melakukan pertemuan di Cibubur di mana Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Antasari Azhar hadir memberi pengarahan,” kata Rachland.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: