Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polisi Kawal Anggoro Bebas Keluar Masuk LP-Apartemen, Ini Kata Polda Jabar

Anggoro Widjojo, Napi Lapas Sukamiskin

Anggoro Widjojo, Napi Lapas Sukamiskin. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Seorang personel Polrestabes Bandung yang bertugas di Polsek Arcamanik, inisial R, diperiksa secara internal lantaran menyalahi prosedur saat mengawal narapidana penghuni Lapas Sukamiskin, Anggoro Widjojo. Polisi berpangkat Bripka ini menjalani pemeriksaan oleh Paminal Propam Polrestabes Bandung berkaitan menyeruaknya kabar sejumlah napi penjara khusus koruptor tersebut bebas ‘pelesiran’.

Pemeriksaan polisi tersebut buntut pemberitaan majalah Tempo edisi 6-12 Februari 2017 bertajuk ‘Investigasi Tamasya Napi Sukamiskin’. Salah satu berita Tempo menyebutkan Anggoro, napi kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Kementerian Kehutan, itu bisa bebas ke luar-masuk Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, untuk berkunjung ke salah satu apartemen yang berjarak 3,5 kilometer dari penjara tersebut.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan Bripka R pada 29 Desember 2016 lalu memang benar mengawal Anggoro untuk berobat ke Rumah Sakit Santosa, Jalan Kebonjati, Kota Bandung. “Pengawalan napi oleh anggota polisi (Bripka R) ini berdasarkan surat permohonan bantuan pengawalan dari Kepala Lapas Sukamiskin,” ujar Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Jabar, Jalan Sukarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (7/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Menurut Yusri, waktu itu sejumlah orang ikut mengawal Anggoro. “Satu anggota lapas, satu anggota Polri dan sopir dari pihak lapas,” ucap Yusri, seperti diberitakan Detikcom.

Mendapat izin berobat, Anggoro berangkat dari Lapas Sukamiskin ke RS Santosa dengan pengawalan petugas dan menggunakan mobil. Mereka sesuai tujuan tiba di RS Santosa.

“Sekembali dari berobat itulah, napi inisial A mampir ke apartemen Gateway. Dilakukannya sore hari. Setelah itu kembali (ke Lapas Sukamiskin),” kata Yusri.

Seharusnya, sambung Yusri, napi serta petugas pengawalan tidak boleh singgah atau mampir ke tempat lain. Artinya, kata Yusri, lokasi tujuan dan kepulangan napi harus sesuai izin yaitu pergi ke rumah sakit dan kembali ke penjara.

Bripka R yang mengawal Anggoro, menurut Yusri, telah menyalahi SOP rute pengawalan. “Selepas dari rumah sakit kan harus kembali ke lapas, nah kesalahan (polisi pengawal) di sini ialah mampir ke apartemen yang bersangkutan (Anggoro),” ujar Yusri.

Sejauh ini, menurut Yusri, pengawalan dilakukan polisi kepada Anggoro hanya dilakukan pada 29 Desember 2016. “Bripka R ini telah diperiksa Paminal Propam Polrestabes Bandung,” katanya.

Soal isu bahwa polisi pengawal diberi uang ‘tutup mulut’ oleh napi, Yusri belum dapat menyimpulkan kebenarannya. “Keterangan awal dari beberapa saksi, itu (uang ‘tutup mulut’) enggak ada. Tapi kita dalami semua, kalau memang ada tentu ditindak tegas,” ucapnya.

Namun begitu, Yusri menjelaskan, polisi bertugas membantu mengawal napi mendapatkan uang pengawalan dari pihak Lapas Sukamiskin. “Uang yang diterima anggota, hasil pemeriksaan terhadap Bripka R, memang menerima uang pengawalan sebesar 400 ribu rupiah dari lapas. Itu (uangnya) anggaran resmi,” tutur Yusri.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: