Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Dilarang Polda Metro, FPI dan FUI Bersikeras Gelar Aksi 112

Massa Aksi 212 yang hendak menuju Monas memadati Kawasan Tanah Abang

Massa Aksi 212 yang hendak menuju Monas memadati Kawasan Tanah Abang. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Pihak Polda Metro Jaya melarang massa turun ke jalan pada 11 Februari mendatang dalam aksi 112 karena sudah berdekatan dengan hari pencoblosan Pilkada DKI. Forum Umat Islam (FUI) selaku penyelenggara aksi 112 bersikeras tetap akan mengadakan kegiatan itu karena dijamin undang-undang.

“Insya Allah akan ada aksi 112 karena aksi dijamin Undang-undang Dasar 1945,” kata Sekjen FUI M Al Khaththath ketika dikonfirmasi, Rabu (8/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.
.

Selain itu, Front Pembela Islam (FPI) menyebut aksi yang dilakukan yaitu jalan sehat. FPI akan mengikuti instruksi FUI selaku penyelenggara.

“(Aksi 112) itu jalan sehat, itu pelaksananya dan pengundangnya Forum Umat Islam, FUI. Karena FPI bagian dari FUI, maka FPI akan ikut serta dalam kegiatan tersebut,” kata juru bicara FPI Slamet Ma’arif, Selasa (7/2/2017) malam.

“Tapi saya percaya FUI jalin komunikasi dengan mereka, saya yakin itu sedang ada komunikasi intens. Kita tunggu sampai detik-detik terakhir, kalau kata FUI jadi jalan ya kita jalan,” sambungnya.

Sementara, Sekjen Dewan Syuro DPD FPI Jakarta Habib Novel Bamukmin menegaskan, aksi tetap dilakukan, meski ada imbauan dari kepolisian akan dibubarkan.

Novel mempertanyakan alasan kepolisian melarang aksi unjuk rasa. Novel mengatakan, minggu tenang jelang Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017, berlangsung pada 12-14 Februari.

“Kita akan tetap laksanakan. Alasan polisi apaan? Kan bukan hari kerja. Alasan polisi apaan? Dan kita bukan untuk daripada dukung-mendukung, kecuali jika kita pendukung salah satu calon, boleh (polisi bubarkan),” ujar Novel saat dihubungi, Selasa, dilansir Tribunnews.com.

Novel menambahkan, FUI berhak menyelenggarakan aksi tersebut karena dilindungi Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998, tentang menyampaikan pendapat di muka umum. Novel memastikan, aksi tersebut juga merupakan aksi damai dan tidak akan mengganggu masyarakat.

“Justru kita turun aksi sesuai konstitusi negara, dan kita aksi pun super damai,” ucap Novel.

Aksi 112 digelar untuk mengingatkan penegak hukum agar menegakkan keadilan dalam kasus dugaan penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Yang tidak diperbolehkan adalah dukung-mendukung, dan itu baru jadi urusan polisi. Tapi kan kita hanya aksi mengingatkan, mengawal, menjaga ulama, membela ulama, minta ditegakkan keadilan,” tutur Novel.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: