Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Djarot Bocorkan Alasan Jokowi Pecat Anies dari Mendikbud

Djarot dan Anies Baswedan bersalaman dalam debat final

Djarot dan Anies Baswedan bersalaman dalam debat final. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Hingga kini alasan Presiden Jokowi ‘memecat’ Anies Baswedan dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) masih dipertanyakan terutama saat Anies memutuskan untuk maju di persaingan Pilgub DKI 2017 berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Isu soal alasan pemecatan ini berkembang liar di masyarakat walaupun sebagian besar publik yang menilai Anies memiliki kinerja yang baik sebagai menteri. Ada pengamat yang menyebut Anies tak fokus pada hal yang lebih substantif seperti program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dapat membantu siswa tidak mampu. Anies dinilai menerapkan visi-misi sendiri bukan mengaplikasikan visi-misi presiden.

Dugaan ini juga menguat saat KIP di beberapa daerah dijadikan Anies untuk pencitraan Partai Perindo yang ikut mengedarkan kartu itu di masyarakat. Seperti yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Anies sendiri pernah menyebutkan alasan soal keterlambatan penyebaran KIP ini. Dia beralasan Kemendikbud mesti menunggu data jumlah peserta didik yang berhak menerima KIP dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Di awal, Presiden memang sempat tanya, kenapa KIP enggak jalan, saya bilang nunggu data BPS. Namun begitu data BPS ada, kami langsung bergerak, bahkan melampaui target di tahun lalu,” ujar Anies di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2016), seperti diberitakan Kompas.com.

Ia malah menuding Jokowi ingin mengakodomasi kepentingan lain sehingga mencopotnya.

“Jadi ini bukan karena kinerja saja, tetapi mungkin ada kepentingan lain yang harus diakomodasi, mungkin ya. Ada keperluan lain yang mengharuskan ada orang berbeda di tempat saya dahulu. Saya percaya apa yang dilakukan Presiden untuk memastikan pemerintahan berjalan baik,” ujar Anies.

Kini, alasan Jokowi memecat Anies sepertinya mulai terkuak setelah Cawagub Djarot Saiful Hidayat menyampaikannya dalam debat final Pilkada DKI Jakarta, Jumat malam (10/2/2017).

Menurut Djarot, Presiden Jokowi memecat Anies Baswedan karena dianggap lamban dalam mengeksekusi setiap program yang digariskan pemerintah.

“Maaf Pak Anies. Pak Anies pernah jadi menteri, diberhentikan karena tidak cepat untuk mengeksekusi program yang sudah digariskan oleh kabinet,” ujar Djarot saat diberikan kesempatan untuk menyampaikan sisi positif dan keunggulan pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 3.

Pernyataan Djarot ini memang tak bisa diremehkan begitu saja karena ia merupakan politisi senior di PDIP, partai yang sama dengan Jokowi.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: