Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Sempat Ngaku Rp 9,1 M, Tim Agus-Sylvi Sebut Dana Kampanye Rp 68M

Agus-Sylvi saat menggelar kampanye akbar

Agus-Sylvi saat menggelar kampanye akbar. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Sempat mengaku memiliki dana kampanye hanya Rp 9,1 miliar, Tim pemenangan pasangan calon guberur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni kini mengaku menghabiskan sekitar Rp 68 miliar selama masa kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017, sekitar empat bulan.

“Total sumbangan yang kita terima itu 68 miliar dan pengeluaran 68 miliar sekian saldo yang ada itu direkening bank itu satu juta dan cash 14 jutaan lah sisanya,” di Kantor KPU jalan Salemba raya, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2017), dilansir Detikcom.

Gatot menjelaskan sumbangan tersebut diperoleh dari Paslon Agus-Sylvi Rp 430 juta, DPD partai pendukung Rp 3 miliar, individu 43 orang sejumlah Rp 6,6 miliar.

“Paslon Agus-Sylvi itu total menyumbangkan Rp 430 juta, dari DPD partai pendukung itu masing-masing Rp 350 juta sehingga totalnya Rp 3 miliar, terus dari individu sebanyak 43 orang jumlahnya Rp 6,6 miliar,” kata dia.

Menurutnya penyumbang didominasi oleh kelompok yang berjumlah Rp 52,5 miliar dari 109 kelompok. Selain itu ada 13 badan usaha yang menyumbang sebanyak Rp 6,3 miliar.

“Paling banyak memang dari kelompok, ada 109 kelompok dengan total jumlah Rp 52,5 miliar dan 13 badan usaha sebanyak Rp 6,3 miliar. Jadi 76 persen sumbangan dari kelompok,” jelas Gatot.

Pengeluaran tersebut dipakai untuk sekitar 42 persen terpakai untuk pertemuan tatap muka khusus terbatas, ataupun pertemuan umum. 24 Persen untuk peraga, spanduk, kaos atau Rp 16 miliar. Biaya operasi mingguan Rp 3,5 miliar.

Gatot juga menganggarkan untuk saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Untuk kegiatan yang tidak melanggar undang-undang, kegiatan yang kita danai ini untuk saksi, di 13 ribu TPS, saksi dalam maupun saksi luar. memang kita kasih uang saku untuk makan transportasi dan pulsa, kami mengupgrade IT kita Rp 4 miliar atau 6 persen dari total pengeluaran, jadi totalnya Rp 68,954 miliar rupiah,” ungkap Gatot.

Gatot menjelaskan perlunya menempatkan saksi di setiap TPS. Menurutnya dengan begitu pihaknya akan mengetahui hasil perolehan suara secara langsung.

“Karena kita para saksi akan memotret pada waktu tabulasi, foto C1 langsung dikirim ke pusat dan Insyallah real time kita bisa tahu siapa yang nomor 1, 2, 3 basisnya di TPS. Sehingga nanti ke atas kalau ada kecurangan basis ini yang akan kita gunakan sebagai bukti di MK,” jelasnya.

Gatot dan tim-nya datang ke KPU DKI Jakarta pukul 16.20 WIB. Dia dan dua orang timnya menyerahkan laporan keuangan selama pelaksanaan kampanye Pilkada DKI Jakarta.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: