Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ahli Bahasa Mahyuni.: Tak Ada Beda Gunakan Kata “Pakai” atau Tidak

Ahok memasuki ruangan sidang ke-10

Ahok memasuki ruangan sidang ke-10. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Saksi ahli kedua yang memberikan keterangan pada sidang pengadilan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Senin (13/2/2017) ini ialah Prof Mahyuni.

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan Mahyuni sebagai ahli bahasa Indonesia.

Dalam keterangannya, Mahyuni berpendapat, tidak ada perbedaan makna jika kata “pakai” digunakan atau tidak digunakan dalam kalimat pidato Ahok di Kepulauan Seribu saat menyebut Surat Al-Maidah pada September tahun lalu.

“Saudara ahli, apakah sama makna kalimat yang berbunyi, ‘Dibohongi pakai Surat Al-Maidah’ dengan kalimat, ‘Dibohongi Surat Al-Maidah?’ Bagaimana menurut ahli?” tanya JPU Ali Mukartono di hadapan majelis hakim dalam persidangan.

Mahyuni berpendapat, menggunakan kata “pakai” atau tidak sama saja maknanya.

Dosen di Universitas Mataram, NTB, itu melihat kata “pakai” merupakan kata pasif yang tidak mengubah makna kalimat jika ada atau tidak disertakan dalam kalimat.

“Tetap alat untuk membohongi itu adalah Surat Al-Maidah karena kalau bicara dibohongi, berarti ada alat yang digunakan untuk berbohong, ada yang dibohongi, ada yang berbohong. Kata bohong itu sendiri, sebelum melihat konteks (kalimatnya), sudah negatif,” kata Mahyuni.

Mahyuni mengatakan telah melihat video pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang kini dipermasalahkan dan dianggap sebagai bentuk penodaan agama. Menurut Mahyuni, ucapan seseorang akan dinilai berdasarkan kompetensinya.

Jaksa juga menanyakan tentang arti kata ‘penodaan’ dan ‘penistaan’. Mahyuni menyebut kedua kata tersebut merupakan kata yang memiliki arti sama. Meskipun dia menyebut maksud kata ‘penistaan’ lebih tegas dibanding ‘penodaan’.

“Itu sinonim sebenarnya itu. Tergantung sense juga bahasa itu. Kita merasa menista itu lebih tegas dibanding dengan menodai dan membohongi. Bahasa juga melibatkan sense,” katanya.

Pernyataan Ahok disebut melenceng karena Ahok bicara Al-Maidah saat kunjungan kerja untuk panen ikan kerapu. “Yang saya pahami itu di luar konteks, harusnya kan fokus pada budidaya ikan. Itu pindah topik,” kata Mahyuni.

Ahok, menurut Mahyuni, seharusnya fokus berbicara soal budidaya ikan yang tengah dikembangkan Pemprov. Kunjungan Ahok dilakukan di tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Pramuka di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.

“Kalau dari segi konteks, tidak usah terkait hal lain. Beliau itu kan menegaskan bahwa pentingnya program itu dan beliau yakin apalagi kalau di-support oleh masyarakat. Konteksnya itu berkunjung,” imbuh Mahyuni.

Penyebutan Surat Al-Maidah ini, disebut Mahyuni, berkaitan dengan Pilkada. Ahok dianggap memiliki maksud saat menyampaikan ayat Alquran di hadapan warga.

“Seolah-olah beliau tidak yakin akan dipilih, karena ada Al-Maidah itu terkesan jadi tidak dipilih,” ujar dia.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: