Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Pakai Blangko Bekas, 36 e-KTP Palsu Seolah Dikirim dari Luar Negeri

36 e-KTP dari paket yang diamankan

36 e-KTP dari paket yang diamankan. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan soal temuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait 36 cetakan e-KTP yang dikirim ke Indonesia dari Kamboja pada Jumat (3/2/2017).

Zudan menjelaskan, blangko e-KTP tersebut menggunakan blangko e-KTP asli, namun sudah bekas pakai atau blangko e-KTP yang sudah tidak terpakai.

Menurut Zudan, pelaku mencetak secara manual halaman depan blangko e-KTP, kemudian menempelkannya pada blangko e-KTP bekas tersebut.

Oleh karena itu, jika identitas yang tercantum di blangko e-KTP palsu dicocokkan dengan data yang ada di pusat data atau server Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), maka akan ditemukan perbedaan.

“Sebanyak 36 KTP palsu, perlu saya jelaskan bahwa semua KTP palsu menggunakan KTP bekas yang sudah terisi datanya,” kata Zudan dalam konferensi pers di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017), seperti diberitakan Kompas.com.

Adapun beberapa identitas yang diganti dan dicantumkan dalam blangko e-KTP palsu tersebut adalah foto, alamat, dan agama.

“Semua data yang tercantum di KTP berbeda dengan database dan data center Kemendagri. Artinya, orang tersebut mengisi secara manual (pada blangko e-KTP bekas),” ujar Zudan.

Oleh karena itu, Zudan memastikan bahwa e-KTP palsu tersebut tidak akan bisa dipakai untuk memilih pasangan calon di hari pencoblosan pada pilkada 15 Februari 2017.

Sebab, data warga yang digunakan untuk memilih dalam pilkada adalah data yang sudah dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menurut Zudan, pelaku sebelumnya mengumpulkan blangko e-KTP bekas yang tercecer. Setelah dipalsukan, blangko e-KTP tersebut dikirimkan ke Kamboja dan kembali dikirim ke Indonesia.

Hal ini untuk mengecoh seolah-olah telah terjadi impor blangko KTP palsu. Isu ini sengaja diembuskan jelang Pemilihan Kepala Daerah.

“Besok bisa jadi ada kiriman dari China, supaya lebih heboh lagi. Pelaku mencari blangko-blangko bekas yang ada di Indonesia kemudian dilaminating lagi, kemudian dikirim ke luar negeri dan dari luar negeri dikirim kembali ke Indonesia. Ini mengecoh saja seolah-olah ada impor,” kata dia.

Zudan menduga pelaku mendapatkan blangko e-KTP dari tempat sampah. Menurutnya, pelaku mendatangi kantor kelurahan untuk mencari blangko e-KTP itu.

“e-KTP bekas atau yang rusak, kemungkinan diperoleh dari tempat sampah atau tempat tertentu. Analisis kami, pemalsu ini sengaja ke kelurahan untuk mencari blangko yang tercecer,” imbuhnya.

Zudan menuturkan, dari 36 e-KTP palsu yang ditemukan, 16 di antaranya masih bisa terbaca datanya, sedangkan sisanya tidak terbaca. Selain itu, terdapat e-KTP dengan foto wajah yang sama.

“Sebanyak 16 e-KTP palsu dapat terbaca, diketahui bahwa data dalam chip berbeda dengan data yang terdapat dalam fisik e-KTP palsu itu. Artinya, itu menggunakan e-KTP milik orang lain yang sudah rusak,” katanya.

“Soal foto, e-KTP palsu itu menggunakan 19 foto. Ada (foto) yang sama. Rinciannya adalah 27 lembar berfoto sama dan sisanya 9 lembar dengan foto yang berbeda,” lanjutnya.

Dia pun mengimbau seluruh Dinas Dukcapil lebih cermat terhadap blangko yang rusak. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi kejadian serupa.

“Saya imbau kepada Dukcapil seluruh Indonesia, hati-hati dengan blangko yang rusak. Jangan diletakkan di sembarang tempat, bisa disalahgunakan orang,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 36 cetakan e-KTP palsu itu dikirim melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta dengan menggunakan jasa perusahaan titipan Fedex.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi menyatakan, sejauh ini keberadaan e-KTP palsu itu diduga diperuntukkan bagi pelaku kejahatan.

“Kalau melihat ada KTP, NPWP, buku tabungan, dan kartu ATM, bisa jadi pengiriman ini terkait dengan rencana kejahatan siber, kejahatan perbankan, atau pencucian uang,” kata Heru melalui keterangan tertulis, Kamis (9/2/2017).

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: