Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pengacara Ahok Beberkan Kejanggalan Kesaksian Ahli Bahasa Mahyuni

Ahok dan deretan pengacaranya dalam sidang ke-10

Ahok dan deretan pengacaranya dalam sidang ke-10. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Salah satu pengacara terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Humphrey Djemat, menilai banyak kejanggalan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saksi ahli bahasa dari Universitas Mataram, Mahyuni.

Beberapa poin dalam BAP Mahyuni, dianggap mirip dengan BAP ahli bahasa Husni Muadz yang belum dihadirkan di persidangan.

“Banyak kejanggalan-kejanggalan yang kami lihat dari ahli bahasa. Begitu banyak BAP-nya, 14 nomor, yang sama dengan BAP ahli lain yang belum didengar,” ujar Humphrey, di Kementerian Pertanian, Ragunan, Senin (13/2/2017).

Humphrey menyebutkan beberapa nomor yang dia sebut sama seperti pertanyaan pada nomor 17, 18, 20, 85, 31, 32, dan 33. Dalam BAP nomor 17, Mahyuni ditanya mengenai arti kata penyalahgunaan sesuai kaidah KBBI. Pada BAP-nya, Mahyuni menjelaskan penyalahgunaan artinya melakukan sesuatu yang tidak sebagaimana mestinya.

“Tetapi di BAP saksi ditulis ‘tidka’ bukan tidak. Kami lihat di-BAP ahli Husmi Muadz juga sama persis penulisan kata ‘tidka’ itu,” ujar Humphrey.

Kesalahan penulisan dan tanda baca juga terjadi di nomor lainnya. Humprhey mengatakan hal tersebut akan dia masukkan ke dalam nota pembelaan atau pleidoi.

“Semua akan kami masukkan dalam pleidoi nanti,” ujar Humphrey.

Dalam persidangan, Mahyuni sempat menjawab bahwa kesamaan jawaban itu bisa saja terjadi. Khususnya untuk pertanyaan terkait definisi kata. Sebab, sumber rujukan dia dan Husni sebagai ahli bahasa bisa jadi sama.

Namun, pengacara Ahok memastikan kesamaan BAP itu tidak hanya pada pertanyaan terkait definisi. Selain kesamaan BAP, Humphrey juga mempertanyakan pernyataan Mahyuni tentang temannya yang membantu mengetik.

“Bahkan, dia bilang ada orang yang bantu dia katanya, membantu untuk mengetik,” ujar Humphrey.

Dalam sidang, Mahyuni sempat menyebut nama Satrio sebagai temannya dari Universitas Indonesia. Dia mengatakan, Satrio menemaninya ketika diperiksa polisi di Bareskrim Polri.

Mahyuni membutuhkan Satrio karena tidak memahami jalanan di Jakarta. Namun, Mahyuni mengatakan bahwa Satrio tidak mengetik BAP-nya karena BAP dia diketik langsung oleh penyidik.

Menanggapi hal itu, ketua tim jaksa penuntut umum (JPU) Ali Mukartono menjelaskan tentang masalah BAP itu. Menurutnya, hal itu tidak menjadi masalah.

“BAP yang sama itu definisi pengetahuan, normal-normal saja. Kalau itu definisinya sama, masak harus berbeda. Hal-hal lain kan. Analisisnya pakai metode apa itu kan sama. Nggak ada masalah,” ujar Ali saat ditemui seusai sidang.

Dalam sidang kali ini, sedianya ada 4 ahli yang dihadirkan, tapi hanya 2 yang hadir. Dua ahli yang hadir adalah ahli bahasa Mahyuni dan ahli agama Muhammad Amin Suma. Sedangkan 2 ahli yang tidak hadir adalah Mudzakir dan Abdul Chair Ramadhan, keduanya selaku ahli pidana.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: