Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pengacara Ahok Tolak Saksi Ahli Agama dari MUI, Amin Suma

Sidang ke-10 dugaan penistaan agama Ahok

Sidang ke-10 dugaan penistaan agama Ahok. (viva.co.id)

Anekainfounik.net. Sidang ke-10 dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dimulai. Agenda sidang mendengarkan keterangan empat ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum.

Sidang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di Auditorium di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).

Ahok tampak mengenakan baju batik. Ada empat ahli yang dihadirkan terdiri dari 2 ahli pidana, 1 ahli bahasa, dan 1 ahli agama, yaitu Prof Dr Muhammad Amin Suma, ahli bahasa ada Prof Mahyuni, sementara dua ahli pidana yang dihadirkan yakni Dr Mudzakkir dan Dr H Abdul Chair Ramadhan.

Prof Dr Muhammad Amin Suma dihadirkan pertama kali. Ia merupakan ahli agama Islam, yang melaksanakan tugas menjadi ahli berdasarkan surat tugas dari MUI tanggal 8 November 2016.

penasihat hukum Ahok menolak kehadiran Amin untuk bersaksi dalam persidangan karena merupakan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI.

“Beliau adalah wakil ketua komisi fatwa MUI. Di mana di dalam pembahasan masalah ini, ahli ikut di dalamnya, ikut menyumbangkan pikirannya dan memimpin pertemuan,” kata salah satu anggota tim penasihat hukum terdakwa Ahok yang menilai yang bersangkutan memiliki konflik kepentingan dalam perkara tersebut.

“Kami mohon hakim berkenan mempertimbangkan keberatan kami, ahli ini dinyatakan sebagai ahli tidak kredibel tak patut didengar keterangannnya,” kata penasihat hukum Ahok.

Menanggapi hal itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung merespons. Menurut JPU, kehadiran Amin dalam persidangan merupakan permintaan dari penyidik yang secara resmi mengirimkan surat kelembagaan secara tertulis ke MUI.

“Bahwa MUI organisasi yang terdiri dari beberapa ormas besar Islam lainnya. Dan itu yang cerminkan umat Islam,” kata jaksa.

Pada akhirnya, setelah mendengarkan kedua belah pihak, Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto, memberikan keputusan untuk tetap mendengarkan keterangan saksi. Namun, kata dia, terkait dipakai atau tidaknya keterangan Amin nanti akan masuk pertimbangan.

“Majelis berpedoman tetap memeriksa ahli, akan tetapi mengenai dipakai atau tidaknya akan kami pertimbangkan dalam putusan,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini Ahok berstatus sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: