Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Pulang Umrah, AHY: Saya Didoakan Ulama Besar Mekah Agar Menang

Agus Yudhoyono bertemu Syehk Ahmad Maliki di Mekah

Agus Yudhoyono bertemu Syehk Ahmad Maliki di Mekah. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Jakarta – Cagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, setelah menjalani umrah singkat. Ia mengaku memiliki doa khusus saat umrah.

Pantauan di lokasi, Agus tiba sekitar pukul 22.00 WIB di Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (13/2/2017) malam. Cagub nomor urut satu itu didampingi oleh sang istri, Annisa Pohan, dan sejumlah habib.

Agus terlihat memakai baju putih berlapis jaket hitam. Di lehernya juga tergantung selendang berwarna sama. Sedangkan Annisa tampak memakai kerudung dan gamis berwarna senada.

“Saya bersyukur sekali dapat berserah diri setelah berjuang selama 4 bulan dalam Pilgub DKI Jakarta ini. Saya bersyukur diajak para ulama dan habaib untuk sama-sama mendoakan keberhasilan Agus-Sylvi,” kata Agus.

Agus mengaku sempat memanjatkan doa di bawah pintu kakbah. Dia meminta agar bisa menang dalam perebutan kursi gubernur Jakarta nantinya.

“Alhamdulillah saya berkesempatan berdoa di bawah pintu kakbah dan saya mengadu sekaligus juga menyampaikan doa secara khusus. Saya berdoa agar diberikan jalan terbaik untuk bisa menjadi pemimpin warga Jakarta yang amanah,” tutur dia.

Agus juga mengatakan sempat bertemu salah seorang ualam besar di Mekah. Anak sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu juga didoakan ahli hadits tersebut agar mendapatkan kemenangan.

“Saya diterima Syehk Ahmad Maliki, beliau mendoakan dan mendukung cita-cita saya. Beliau memberikan nasihat dan wejangan dan doa agar saya bisa berhasil dan memajukan umat Islam di DKI Jakarta,” ucap Agus.

Terkait adanya isu kartu prioritas untuk pemenangannya, dia mengaku tidak tahu. Agus menyebut itu merupakan salah satu kampanye hitam.

“Tidak sama sekali, itu black kampanye, hoax. Saya hanya tersenyum, saya kembalikan kepada Allah. Saya anggap itu ujian,” pungkasnya.

Iklan

Diskusi

One thought on “Pulang Umrah, AHY: Saya Didoakan Ulama Besar Mekah Agar Menang

  1. Hari ini adalah hari bersejarah bagi semua daerah di Indonesia
    untuk menentukan masa depan bangsa dan daerah. Khusus untuk DKI, kita doakan bersama agar berlangsung aman dan terkendali. Siapapun terpilih dia.adalah pilihan rakyat yang harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi itu sendiri. DKI punya sejarah sendiri karena disinilah konstelasi perpolitikan yang intens dan cukup tinggi terjadi. Di DKI juga akan kita saksikan apakah “pembunuhan karakter” seorang calon akan bisa efektif menghasilkan pemimpin substitusi selain petahana. Sebagai daerah yang menjadi tempat berkumpulnya para cendekiawan, politisi high level, negarawan, actor, musisi, ulama, tokoh agama bahkan kaum miskin melarat ada di Jakarta, maka sudah tentu mayoritas akan menentukan pilihan terbaik berdasarkan rasionalitas berpikir yang logis. Mungkin juga akan muncul atau terpilih pemimpin baru sesuai SELERA yaitu pemimpin instan hasil negosiasi dan kesepakatan dadakan yang kadar kualitasnya belum tentu mampu mengatasi kompleksitas masyarakatnya yang sangat pluralistik dan heterogen dengan beragam kepentingan yang juga terselip ambisi tingkat tinggi sebagai konsekuensi dari daerah ibu kota sekaligus pusat pemerintahan. DKI tidak hanya butuh pemimpin cerdas dan baik, tapi harus mempunyai nyali (keluar dari zona nyaman), integritas, jujur dan komitmen yang kuat untuk memperhatikan kepentingan dan kebutuhan rakyat. Ahok dan Djarot adalah pemimpin yang mewakili semua itu. Mereka teruji, berpengalaman, tahan banting, konsekuen bahkan rela berkorban untuk rakyat. Kadang akibat kerasnya Ahok bekerja, tanpa sadar karakter “kasar” yang menurut.lawan politiknya dijadikan senjata untuk menjatuhkan dia dengan istilah pemimpin yang tidak santun dan beretika. Sikap Ahok sangat proporsional dan seimbang di saat yang tepat. Dia bukanlah orang gila yang setiap hari penuh emosi dan amarah.yg membabi buta. Justru pemimpin yang kelebihan sopan dan santunnya belum tentu baik betul, bahkan bisa saja sebaliknya, apakah itu yang kita dambakan. Ahok dan Djarot adalah pemimpin yg menerima semua perbedaan agama, suku dan ras. Bahkan figur seperti Ahok memberikan pelayanan lebih kepada mereka yang berbeda keyakinan dengannya.

    Posted by Frans Zacharias | Februari 15, 2017, 12:41 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: