Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Benarkah Mayoritas Pemilih Agus Akan Beralih Mendukung Anies?

Agus-Sylvi gelar jumpa pers soal kekalahan mereka

Agus-Sylvi gelar jumpa pers soal kekalahan mereka. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Berdasarkan data quick count berbagai lembaga Survey, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan maju ke putaran kedua Pilgub DKI 2017. Keduanya memperoleh perbedaan suara yang relatif tipis sekitar 3-4 persen.

Peta politik menuju putaran dua pun diprediksi bakal seru. Karena suara calon nomor urut satu yang gagal di putaran satu yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni bisa jadi penentu. Lalu bakal kemanakan suara pemilih Agus beralih?

Berdasarkan survei Litbang Kompas, ada kedekatan emosional yang sama di antara pemilih Agus-Sylvi dan Anies-Sandi. Mayoritas dari mereka tak mau memilih Ahok-Djarot karena faktor primordial atau kesamaan identitas agama. Sebagian dari mereka, memutuskan tak memilih Ahok karena memang tak suka akan kebijakan Ahok sebagai gubernur DKI. Jumlah ini sedikit karena ada sekitar 69 persen warga yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan DKI dalam berbagai bidang.

Litbang Kompas juga mencatat analisis soal penurunan elektabilitas Agus pada survey yang dilakukan 28 Januari-4 Februari 2017. Terdapat sekitar 25 persen responden yang mengalihkan dukungannya kepada Anies dan hanya 9 persen yang beralih ke Ahok. Jika pola penyebaran peralihan suara ini akan terjadi pada putaran kedua, Anies diprediksi akan memenangkan putaran kedua dengan perolehan suara sekitar 51-52 persen.

Namun, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago membantah hal tersebut. Ia yakin kedua paslon sama-sama berpeluang memeroleh limpahan suara Agus.

“Kalau ditelaah secara kritis, kedua pasangan sama-sama punya keunggulan dan punya pemilih loyal. Jadi, kalau pun misalnya SBY (Ketua Umum DPP Partai Demokrat,red) nanti memerintahkan dukungan diberi ke Anies-Sandi atau Ahok-Djarot, tetap belum bisa dipastikan‎ hasil akhirnya,” ujar Pangi di Jakarta, Rabu (15/2), seperti dilaporkan JPNN.com.

Pangi mengutarakan pandangannya, karena dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta, pemilih adalah yang menentukan perolehan suara. Bukan tokoh partai maupun tokoh-tokoh masyarakat yang ada.

“Ketika kepentingan sama, bisa saja SBY misalnya menyebut (mendukung,red) Anies-Sandi. Tapi perlu diketahui, pemilih di Jakarta itu merupakan pemilih yang rasional. Kecerdasan politik masyarakat tidak dangkal,”‎ ucap Pangi.

Selain itu, fakta kata pria yang akrab disapa Ipang ini juga menunjukkan, keterlibatan tokoh nasional dalam kampanye pilgub DKI, juga tidak begitu memengaruhi pilihan pemilih terhadap salah satu pasangan calon.

Masyarakat cenderung memilih berdasarkan bobot dan kemampuan para pasangan calon yang ada.

“Kan terlihat, belakangan ini SBY kan turun. (Demikian juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto,red). Jadi kecuali kemampuan individu, tokoh sentral tak terlalu dominan terhadap bobot masing-masing pasangan calon,” ucap Ipang.

Yang pasti, putaran kedua akan berlangsung seru karena diyakini kedua paslon akan berusaha meraih simpati pemilih Agus-Sylvi. Bukan tak mungkin, Anies-Sandi kembali akan memainkan sentimen agama untuk meyakinkan pendukung Agus. Perkembangan kasus penistaan agama Ahok diyakini sebagai salah satu faktor yang akan memainkan peranan penting sebagai pertimbangan sebagian pemilih Agus untuk memilih Ahok atau Anies.

Banyak pihak menunggu manuver politik dari empat partai pengusung Agus-Slyvi, PAN, PKB, PPP dan Demokrat untuk memberikan dukungan ke salah satu kandidat. Partai tersebut disinyalir akan mengalami perpecahan pada putaran kedua nanti. Perpecahan itu dapat dilihat ketika konferensi pers yang dilakukan oleh Agus-Sylvi malam tadi di Wisma Proklamasi, markas Partai Demokrat. Tak ada satu pun ketua umum dari PPP, PAN dan PKB hadir dalam jumpa pers Agus-Sylvi usai pemilihan itu.

Namun, hal ini dinilai tak berpengaruh banyak karena karakter pemilih di Jakarta cenderung tidak melihat latar belakang partai pengusung dari salah satu calon.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: