Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Banjir Bukit Duri Akibat Proyek Sodetan Ciliwung Berhenti Karena Digugat

Kondisi banjir di Kp. Melayu kecil 1 Bukit Duri

Kondisi banjir di Kp. Melayu kecil 1 Bukit Duri. (Radio Elshinta)

Anekainfounik.net. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Husein Murad menjelaskan wilayah yang saat ini terdampak banjir di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur adalah daerah di sisi Sungai Ciliwung yang belum dinormalisasi. Di antaranya adalah sejumlah RW di Cawang, Cililitan, Bidara Cina, RW 08 Kampung Melayu, Bukit Duri dan Kampung Pulo.

Sebagian sisi Sungai Ciliwung di permukiman Kampung Pulo sudah dinormalisasi pada Agustus 2015. Setahun kemudian menyusul Bukit Duri mulai dinormalisasi pada September 2016.

“Jadi kalau Ciliwung selesai dinormalisasi, dipasang sheet pile, semua ini enggak kejadian begini,” kata Husein di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017), seperti diberitakan Kompas.com.

Namun normalisasi berhenti karena PTUN mengabulkan gugatan warga Bukit Duri terhadap surat peringatan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Jakarta Selatan kepada mereka. Majelis hakim membatalkan SP 1, 2, dan 3 tersebut karena dinilai melanggar undang-undang. Pemprov juga memberi ganti rugi kepada warga yang terkena penggusuran.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut penertiban Bukit Duri sudah menjadi isu politik.

Padahal, menurut Djarot, kawasan Bukit Duri ditertibkan untuk merealisasikan program pemerintah pusat, yakni sodetan Kali Ciliwung.

“Penertiban Bukit Duri jadi isu politik ketika ada sekelompok orang yang mengajukan class action,” kata Djarot saat menyampaikan arahan kepada pegawai di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017), seperti diberitakan Kompas.com.

Djarot sempat mengusulkan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi untuk mengganti rugi bangunan warga yang sudah ditertibkan. Sebab, kata dia, sebagian warga juga sudah direlokasi ke Rusun Rawa Bebek. Selain itu, penertiban Bukit Duri dinilai tak bisa ditunda lagi karena terkait APBN.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ingin setiap bidang tanah di pinggiran sungai-sungai Jakarta bisa dibebaskan. Pemerintah Provinsi DKI, memerlukannya untuk pelaksanaan proyek normalisasi kali untuk mengalirkan limpahan air dari hulu ke hilir (laut) tanpa meluap, dianggap sebagai hal utama yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah banjir di Jakarta.

Adapun proyek dilaksanakan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), sebuah lembaga di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU Pera). Selaku pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi DKI bertanggungjawab atas pembebasan lahan.

“Pokoknya semua (pinggiran sungai dinormalisasi). Saya sudah bilang sama orang Jakarta, kalian tinggal di belakang sungai, kamu hitung saja (harga) tanah kamu nih. Atau kalau kamu mau beli tanah, kamu beli tanah yang di belakang sungai. Yang pas (pada jalur) jalan inspeksi nanti pasti jadi mahal karena kami enggak mungkin setop. Kami akan terus lakukan normalisasi,” ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI, Kamis, 16 Februari 2017.

Sementara, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Teguh Hendarwan mengatakan, sulitnya pembebasan lahan, menjadi salah satu penyebab proyek normalisasi Kali Ciliwung di wilayah Bukit Duri tak pernah tuntas. Hal itu dikarenakan adanya gugatan dari warga terhadap dasar hukum pelaksanaan relokasi.

“BBWSCC fokus (normalisasi) di (Kali) Pesanggrahan dan Ciliwung. Tapi harap dimaklumi, tak segampang yang dipikirkan. (Pembebasan lahan) bidang per bidang butuh waktu. Belum masalah klaim antar ahli waris di dalamnya. Belum kemudian ada gugatan hukum. Jadi proses pembebasan lahan butuh waktu,” ujar Teguh.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: