Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Anies Baswedan: Program Saya ‘DP Rp 0’ bukan ‘DP 0%’

Anies Baswedan saat mencoblos

Anies Baswedan saat mencoblos. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melakukan klarifikasi soal program perumahan tanpa down payment (DP) atau uang muka yang digagasnya bersama calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Menurut dia, saat ini banyak orang yang salah memersepsikan mengenai program tersebut.

“Bukan DP 0 persen, enggak ada DP 0 persen. DP Rp 0,” ujar Anies di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (17/2/2017), seperti diberitakan Kompas.com.

Lantas, apa beda antara DP nol persen dengan DP Rp 0?

“DP itu sekali jadi, diberikan sekali. Kalau kredit, nah, itu ada persennya. Cicilan ada persennya. Kalau DP kan uang yang diberikan di awal. Bukan 0 persen tapi enggak bayar, Rp 0 atau tanpa DP. Persen itu kalau ada cicilan,” jelasnya.

Menurut Anies, program rumah tanpa DP yang digagasnya bertujuan untuk menghadirkan solusi bagi warga Jakarta yang menginginkan mempunyai rumah. Program rumah tanpa DP ini juga disebutnya sebagai sebuah terobosan.

“Itu sudah dikerjakan para pengembang, yang penting bukan 0 persen atau tidaknya. Tujuan kita adalah memberikan solusi bagi warga Jakarta karena kenyataannya warga Jakarta sekarang banyak yang enggak memiliki rumah. Masa gubernurnya cuma berpangku tangan? Enggak boleh,” ujarnya.

“Kok urusan lain bisa bikin terobosan dan urusan ini enggak bisa bikin terobosan? Kenapa? Bukannya ini hajat hidup orang banyak, apakah khawatir dengan pengembang? Kalau enggak khawatir dengan pengembang, ya jalankan ini,” sambungnya.

Baca juga: Saat Ahok ‘Skakmat’ Program ‘Sumur Resapan’ Anies untuk Solusi Banjir

Menurut Anies, programnya ini juga sudah diukur dari sisi ekonomi warga Jakarta. Anies berkata solusinya ini tidak boleh disalahkan apabila pihak lain tidak memiliki solusi untuk masalah yang sama.

“Harga terjangkau itu bukan hanya harganya saja tetapi financing-nya terjangkau. Nah kami mau menawarkan supaya warga Jakarta punya solusi. Kalau Anda enggak punya solusi, jangan salahkan orang yang punya solusi. Buatlah solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan warga Jakarta yang kesulitan mendapatkan rumah sebagai hak milik,” tegasnya.

Menurut Anies, program yang ia tawarkan ini tidak menyalahi aturan. Sebab, ada peraturan yang mengatur hal itu.

“Ada pasalnya di situ, Peraturan BI Nomor 18/16/PBI/2016. Nanti Anda lihat di pasal 17,” ucap dia.

Pasal itu berbunyi, “Kredit atau pembiayaan dalam rangka pelaksanaan program perumahan pemerintah pusat dan/atau pemda sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, sepanjang didukung dengan dokumen yang menyatakan, bahwa kredit atau pembiayaan tersebut merupakan program perumahan pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah dikecualikan dari ketentuan ini dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan peraturan perundang-undangan terkait yang berlaku.”

Gubernur BI Agus DW Martowardojo sebelumnya mengungkapkan, bank sentral sudah mengatur terkait loan to value (LTV) untuk pembiayaan properti.

Dalam aturan tersebut, diatur pula besaran minimum uang muka untuk penyaluran kredit properti.

“Harus ada minimum DP untuk penyaluran kredit properti. Kalau seandainya nol persen itu menyalahi (ketentuan),” ujar Agus di kantornya di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Agus menyatakan, sebaiknya pengenaan uang muka nol persen tidak dilakukan. Sebab, kalau rencana itu dilakukan, tentunya akan memperoleh teguran dari otoritas.

Sementara itu, sejumlah pengembang properti menilai uang muka nol persen bisa saja dilaksanakan asalkan ada bantuan (subsidi) sangat besar.

Iklan

Diskusi

One thought on “Anies Baswedan: Program Saya ‘DP Rp 0’ bukan ‘DP 0%’

  1. Dari pada berdebat di media saran saya

    1. Lakukan pembahasan di media tv dan cetak, akan perbedaan pandangan anis dan gub bank BI yg mempunyai wewenang.

    2. Kutip ulang dan siarkan ulang debat lalu , dimana anis menyatakan program perumahan tanpa dp ( uang muka) , dimana sekarang penjelasanya tidak mengatakan 0 % , tapi 0 rp

    3. Satu sisi dikutip undang undang utk menjelaskan bahwa diperbolehkan dengan alasan undang2 yg dikutip anis, ” tdk konsisten antara pernyataan bukan 0 % , tapi 0 rp.

    Sukses Jakarta di tangan pelayan yg mau melayani dengam jujur dan hati.

    Posted by Bonar. S | Februari 19, 2017, 8:13 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: