Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ikuti Acara Semacam ‘Just For Laughs’, Aisyah Diupah Rp 3 Juta/Syuting

Siti Aisyah diduga pembunuh Kim Jong-Nam

Siti Aisyah diduga pembunuh Kim Jong-Nam. (Facebook)

Anekainfounik.net. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Siti Aisyah yang ditangkap terkait kematian kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, Kim Jong-Nam, ditipu seolah mengikuti acara lucu-lucuan seperti ‘Just for Laughs’. Aisyah sudah hampir empat kali melakukan aksi itu sebelum ke Kim Jong-Nam.

“Jadi (dalam aksinya) yang satu perempuan nutup mata (target) yang satunya lagi menyemprotkan sesuatu. Itu dilakukan sudah hampir tiga empat kali,” kata Tito kepada wartawan di Kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (17/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Keterangan itu diperoleh berdasarkan informasi yang diterima Polri dari pihak Malaysia. Untuk melakukan aksi itu, lanjut Tito, Aisyah diberi upah beberapa dolar.

“Terakhir yang Kim Jong-Nam, diduga disemprotannya itu ada bahan berbahaya,” ujarnya.

Tito menjelaskan, Aisyah kemungkinan dimanfaatkan kelompok tertentu untuk membunuh Kim Jong-Nam. Namun, ia tidak menyadari dirinya tengah dimanfaatkan.

Menurut Tito, Siti Aisyah awalnya dimanfaatkan untuk aksi lucu-lucuan. Mereka sudah pernah melakukan aksi serupa sebanyak tiga sampai empat kali dengan tujuan sebagai aksi untuk bercanda.

“Kalau pernah nonton just for laughs yang lucu-lucu itu, itu ada namanya prank. Prank itu aksi lucu-lucu,” ujarnya.

Dibayar Rp 2-3 juta

Siti Aisyah ternyata bekerja untuk agensi yang mengaku memproduksi program reality show untuk mengisengi orang. Sudah beberapa kali Aisyah ikut reality show dengan upah kisaran Rp 2-3 juta.

“Sekali syuting kurang lebih Rp 2-3 jutaan. Pokoknya nggak jauh dari situ,” kata keponakan Aisyah, Iqbal di Kampung Ranca Sumur, Serang, Banten, Jumat (17/2/2017).

Iqbal tak tahu persis program reality show yang dimaksud. Aisyah hanya bicara soal larangan dari perekrutnya untuk melihat tayangan dari hasil syuting reality show yang dibuat.

Selain di Malaysia, Aisyah menurut Iqbal pernah syuting program serupa di Jakarta. “Syuting ngerjain orang. Ngerjain orang nggak boleh lihat sendiri sama produsernya. Ngerjain, tapi nggak boleh dilihatin,” sambungnya.

Aisyah kini harus meringkuk di sel tahanan Kepolisian Malaysia karena dituduh terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. Aisyah ditahan bersama seorang wanita yang memegang paspor Vietnam atas nama Doan Thi Huong selama 7 hari.

Polisi Malaysia masih memburu empat pria yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-Nam. Empat pria itu diduga telah memperdaya dua tersangka wanita, termasuk Aisyah.

Baca juga: Aisyah Tinggal di China 3 Bulan Sebelum Pembunuhan Kim Jong-Nam

Dilaporkan China Press seperti dilansir media Malaysia, The Star, Jumat (17/2/2017), Aisyah dan Doan tinggal di China antara satu hingga tiga bulan dan di sana mereka berkenalan dengan seorang pria. Menurut surat kabar China itu, pria tersebut adalah mata-mata yang memperkenalkan Doan dengan empat pria yang kini tengah diburu kepolisian Malaysia terkait pembunuhan Kim Jong-Nam.

Aisyah mulai terlibat ketika Doan diminta oleh pria tersebut untuk mencari seorang teman untuk melakukan syuting video lelucon. Doan pun mengajak Aisyah yang memang sudah saling kenal.

Dilaporkan bahwa Aisyah ditugasi untuk menutup wajah Jong-Nam dengan sapu tangan sementara Doan memberikan suntikan racun. Keduanya beberapa kali melakukan latihan aksi tersebut.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: