Iklan
//
Anda membaca...
Uncategorized

Siti Aisyah Agen Rahasia Korut atau Dimanfaatkan untuk Membunuh?

Siti Aisyah diduga terlibat pembunuhan kakak tiri Kim Jong Un

Siti Aisyah diduga terlibat pembunuhan kakak tiri Kim Jong Un. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Jakarta – Laporan awal tentang pembunuhan Kim Jong-nam di Kuala Lumpur, Malaysia, menyebutkan bahwa pelaku adalah agen mata-mata Korea Utara. Kim Jong-nam merupakan kakak tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Setelah itu kepolisian Malaysia menangkap dua orang wanita yang diduga menyergap Jong-nam dari belakang dan meracuninya. Satu wanita memegang paspor Vietnam, seorang lainnya berpaspor Indonesia dengan nama Siti Aisyah.

Jika laporan awal itu benar, lalu benarkah Siti merupakan agen mata-mata Korea Utara atau ia dan wanita Vietnam bernama Doan Thi Huong dimanfaatkan pihak tertentu untuk membunuh?

Mengutip sumber-sumber berwajib Malaysia, laman koran Utusan Malaysia melaporkan bahwa agen-agen dinas rahasia asing.

“Mereka mungkin telah dimanfaatkan untuk terlibat secara langsung dengan pembunuhan tersebut supaya identitas agen dinas rahasia itu tidak terungkapkan. Ini adalah taktik intelijen yang biasa disebut cut out,” kata sumber itu di Kuala Lumpur, Jumat (17/2/2017).

Sumber lainnya mengatakan Siti Aisyah diketahui masuk ke Malaysia secara tidak sah. Menurut dia, Siti Aisyah yang menjadi salah seorang tersangka utama pembunuhan, ditahan setelah kekasihnya, Muhammad Farid Jalaluddin (26), yang merupakan warga Malaysia ditangkap polisi di Ampang, Selangor. Siti terakhir kali masuk ke Malaysia 16 November tahun lalu melalui Terminal Feri Antarabangsa Stulang Laut, Johor Bahru.

“Wanita itu kemudian terdaftar keluar dari negara bagian ini ke satu lokasi yang tidak diketahui dengan menggunakan pesawat maskapai murah 21 Januari lalu. Tidak ada catatan awal masuk wanita itu ke negara bagian ini selepas itu,” kata sumber tadi.

Baca juga: Begini Cara Siti Aisyah dan Wanita Vietnam Eksekusi Mati Kim Jong Nam

Sedangkan Thi Huong memasuki Malaysia pukul 12 tengah malam 4 Februari lalu.

Menurut keterangan warga sekitar tempat yang pernah ditinggali oleh Siti di bilangan Tambora, Jakarta Barat, Siti adalah sosok yang pendiam dan pernah bekerja di rumah konfeksi.

“Enggak nyangka kalau dia ngebunuh. Orangnya mah pendiem, paling ngejawab juga kalau disapa,” kata salah seorang warga bernama Ida (25) saat ditemui di Gang Kacang Jl Angke Indah 5 RT 05/07 Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Kamis malam (16/2/2017), dilansir Detikcom.

Siti diketahui memiliki seorang putra dari pernikahannya dengan Gunawan Hasyim alias Ajun. Pria yang menikahinya ini tak lain adalah anak dari mantan majikannya, Lian Kiong alias Akiong (59).

Bisnis konfeksi Akiong berjalan tak stabil sehingga butuh tambahan pemasukan. Ditemui di tempat tinggalnya kini di Kampung Bebek, Tambora, Akiong mengakui bahwa dirinya yang menyarankan agar Siti dan Ajun merantau ke Malaysia.

“Saya bilang kalian bekerja di sana, uangnya kumpulin. Nanti balik lagi ke sini buat bikin usaha,” kata Akiong.

Sejak awal Akiong tak pernah melarang anaknya menikah dengan Siti. Pernikahan itu berlangsung di kampung halaman Siti, Serang, Banten.

Tetapi rupanya perantauan ke Malaysia berbuntut perceraian antara Ajun dengan Siti. Ajun lalu kembali ke Jakarta tanpa didampingi Siti. Siti disebut berselingkuh. Tetapi sesekali masih mengunjungi anaknya selepas perceraian. Gunawan sendiri kini tinggal di Bangkok.

“Paling 1 tahun sekali dia datang. Dan itu pun paling hanya 1 malam, lalu pergi lagi,” ujar Akiong.

Tak banyak perubahan dalam diri Siti yang dilihat Akiong. Makanya dia tak percaya Siti bekerja sebagai agen intelijen Korea Utara.

Terakhir, kata Akiong, Siti menengok anaknya saat hari raya Imlek pada 28 Januari 2017 lalu.

“Seingat saya dia hanya memberi uang saku untuk anaknya sebesar tiga ratus ribu rupiah,” ucap Akiong.

Padahal sudah lama Siti tak menengok anaknya. Sebelum kedatangan Siti saat Imlek, dia terakhir datang sebelum Lebaran pada 2016 lalu.

“Saya kurang tahu di mananya di Malaysia-nya. Tapi kalau anak saya (pernah) kerja di restoran, kalau si Neng katanya kerja jaga toko,” kata Akiong. Neng adalah panggilan untuk Siti.

Tak ada yang tahu persis apa pekerjaan Siti di Malaysia. Bahkan Siti pun tak tercatat sebagai Tenaga Kerja Indonesia.

“Dia tak terdaftar sebagai TKI,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu M Iqbal, Jumat (17/2/2017).

Siti juga tak pernah mengurus visa untuk bekerja di negeri jiran tersebut.

“SA (Siti Aisyah) tidak tercantum memiliki visa kerja,” imbuh Iqbal.

Indonesia dan Malaysia memang memiliki kerja sama bebas visa. Namun hal itu berlaku hanya bagi visa kunjungan. Untuk bekerja, maka WNI harus mengurus visa kerja.

Hingga kini Siti masih ditahan oleh otoritas Malaysia hingga 7 hari sejak ditangkap pada Rabu (15/2) di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Selain Siti, wanita berpaspor Vietnam dengan nama Doan Thi Huong juga ditahan.

Belum ada keterangan resmi bahwa Siti dan Doan merupakan agen Korea Utara. Ada baiknya tak berspekulasi dan menunggu pengumuman resmi otoritas terkait.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: