Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Tak Bisa Mencoblos, 1.600 Warga Lapor ke Posko Relawan Ahok

Warga datang ke posko pengaduan di Rumah Borobudur

Warga datang ke posko pengaduan di Rumah Borobudur. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Jakarta – Relawan pasangan di Pilgub DKI, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, membuka posko pelaporan bagi warga yang tak bisa mencoblos pada hari pemilihan lalu. Sudah ada 1.600 orang yang melapor.

Lokasi pengaduan ada di beberapa posko pemenangan Ahok-Djarot. Seperti di Rumah Lembang dan Rumah Borobudur. Pengaduan tak hanya soal warga yang tidak bisa mencoblos. Relawan Ahok-Djarot juga menerima berbagai bentuk laporan kecurangan yang terjadi di Pilgub DKI.

Hari ini merupakan hari terakhir sejak posko pengaduan dibuka mulai 16 Februari lalu. Jumlah aduan yang diterima oleh relawan mencapai 1.600 laporan.

“Kalau untuk saat ini posko kita di sini sudah sekitar 1.600 dari 16 Februari 2017,” ungkap anggota tim hukum dan advokasi Badja (Basuki-Djarot), Martin Pasaribu, di Rumah Borobudur, Jalan Borobudur Nomor 18, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017), seperti dilaporkan Detikcom.

Pantauan di lokasi, masih terlihat sejumlah warga berdatangan untuk melaporkan aduan ke posko relawan Ahok-Djarot. Menurut Martin, jumlah aduan itu belum termasuk aduan dari masyarakat yang melapor ke partai-partai pengusung.

“Ini kan dari beberapa partai pendukung juga buat laporan pengaduan juga. Sampai saat ini kan kita belum melakukan pertemuan. Nanti kita atur (hitung total jumlahnya berapa),” ucapnya.

Martin menyebut akan membawa aduan masyarakat itu ke Bawaslu DKI.

“Kita di sini sudah sekitar 1.600 dari 16 Februari 2017. Ini kan dari beberapa partai pendukung juga buat laporan pengaduan juga,” ungkap.

Ada berbagai jenis laporan yang diajukan oleh masyarakat. Dari warga yang pada Pilpres 2014 merupakan pemilih namun di Pilgub DKI 2017 tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga tidak bisa mencoblos karena kertas suara habis.

“Mereka sudah masuk dalam lingkaran TPS, kertas suara habis. Terus ada juga, kertas suara habis tapi pindah TPS yang masih dalam lingkup satu RW, surat edaran KPUD itu memperbolehkan, tapi mereka juga ditolak,” terang Martin.

Salah seorang warga yang datang ke posko pengaduan di Rumah Borobudur, Lukman Yusuf, mengaku tidak bisa memilih karena tak memiliki surat keterangan (suket). Padahal dia sudah berusaha mengurusnya sejak jauh hari sebelum pencoblosan.

“Kata si RT minta surat keterangan di kelurahan. Sampai di kelurahan, saya dibolak-balik sama KPU, kelurahan, sama bagian administrasi kelurahan, akhirnya saya juga nggak dapet,” terang Lukman di lokasi yang sama.

Warga Jembatan Lima, Jakarta Barat, ini, saat hari pemilihan lalu, tetap mencoba datang ke TPS. Lukman sudah datang sejak pukul 10.00 WIB meskipun ia mengetahui, untuk warga yang tidak memiliki C6, mereka baru bisa mencoblos setelah pukul 12.00 WIB.

Tetap saja Lukman tidak bisa memilih karena tak punya suket. Dia bertekad pada putaran kedua bisa melakukan pencoblosan untuk menyalurkan suaranya.

“Tapi karena saya nggak dapat surat keterangan, ya sudah saya akhirnya gagal milih. Cuma ini putaran kedua saya harus urus surat keterangan,” tegasnya.

Lukman mengaku terbantu oleh adanya posko pengaduan relawan Ahok-Djarot itu. Nantinya ia akan diminta menjadi saksi saat relawan Badja mengurus soal kecurangan-kecurangan di Pilgub DKI kepada pihak berwenang.

“Jadi si RT yang datang ke rumah saya, dia tidak menjelaskan tidak ada surat keterangan ketika saya nggak punya e-KTP, dia diemin. Saya orang kantoran, banyak ke luar kota, sibuk. Jadi saya nggak punya surat keterangan waktu itu, akhirnya saya nggak bisa nusuk,” urai Lukman.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: