Iklan
//
Anda membaca...
Pariwisata

Ini Alasan Bupati Dedi Mulyadi Gratiskan Taman Air Mancur Sri Baduga

Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta

Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Purwakarta – Pertunjukan air mancur menari di Taman Air Mancur Sri Baduga diklaim mampu menyaingi hal serupa yang berada di luar negeri. Meski demikian sejak peresmian tahap pertama sekira tiga tahun lalu hingga peresmian tahap tiga taman tersebut bisa dinikmati secara gratis oleh Pemkab Purwakarta.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, ternyata memiliki alasan tersendiri untuk tidak memungut tiket masuk ke dalam taman. Dia menilai tugas pemerintah adalah menjaga regulasi perputaran uang di daerah dan bukan sebanyak-banyaknya mencari keuntungan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Orang lain ngapain sih APBD dibuangin (pembuatan Taman Air Mancur Sri Baduga). Justru menurut saya tidak,” tegas Dedi saat membuka acara peresmian tahap tiga Taman Air Mancur Sri Baduga di kawasan wisata Situ Buleud, Sabtu (18/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Dia mencontohkan, untuk setiap pertunjukan setidaknya pemerintah harus menggelontorkan uang Rp 30-50 juta untuk listrik dan operator. Namun hal tersebut tidak sebanding dengan perputaran uang yang terjadi di sekitaran Taman Air Mancur Sri Baduga seperti Kampoeng Maranggi dan Wisata Kuliner Tjeplak. Dari dua tempat tersebut satu malam bisa terjadi perputaran uang hingga Rp 1 miliar.

Belum lagi, lanjut Dedi, keberadaan taman tersebut pun mengikis pengeluaran keluarga saat mencari hiburan dikala weekend. Pasalnya jika satu keluarga terus menerus mencari hiburan ke luar daerah maka pengeluaran pun akan membengkak, berbeda halnya dengan berwisata di kawasan Situ Buleud yang sudah terintegrasi yang tidak akan lebih dari Rp 100-150ribu perkeluarga.

“Ini adalah cara kami menggerakan perekonomian publik. Kita membuat warga bahagia. Berawal dari Purwakarta kita bangun Indonesia sebagai negeri bahagia,” ucapnya.

Ungkapan Dedi itu pun diamini oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Dalam sambutannya pun Arief menjelaskan tujuan pembangunan pariwisata yang ujungnya sama-sama mensejahterakan rakyat. Bahkan Arief pun menilai target satu juta wisatawan di Purwakarta akan membantu regulasi perekonomian hingga mencapai Rp 1 triliun.

“Pariwisata itu ada dua nilai. Pertama adalah kultural dan kedua komersil. Pariwisata itu semakin dilestarikan akan semakin mensejahterakan,” pungkas mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.
Ini Alasan Pemkab Purwakarta Gratiskan Taman Air Mancur Sri BadugaFoto: Tri Ispranoto/detikcom

Seperti diketahui Taman Air Mancur Sri Baduga sejak pertama dibuka dan hingga kini digatiskan untuk warga. Khusus pertunjukan air mancur menari hanya dibuka pada Sabtu malam selama tiga sesi pertunjukan. Bahkan dalam beberapa waktu tertentu sesi pertunjukan bisa ditambah pada hari yang sama atau hari berbeda.

Selain terdapat air mancur terbesar se-Asia Tenggara, di kawasan wisata Situ Buleud pun setiap malam minggu terdapat Kampoeng Maranggi yang merupakan kumpulan pedagang sate maranggi dari berbagai daerah di Purwakarta dan Wisata Kuliner Tjeplak yang menyuguhkan berbagai makanan dan minuman yang rata-rata tradisional.

Sementara itu pada siang hari pada hari-hari biasa Situ Buleud tetap dibuka untuk umum sebagai sarana olahraga masyarakat. Bahkan warga pun berkesempatan memberi makan berbagai macam ikan yang jumlahnya mencapai puluhan ton yang berada di kawasan tersebut.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: