Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Berani Nyemplung Banjir, Anies Malah Tak Tawari Solusi Nyata ke Warga

Anies Baswedan nyemplung di Rawa Jati

Anies Baswedan nyemplung di Rawa Jati. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Jakarta – Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berusaha ingin menunjukkan keberpihakannya kepada warga yang terkena banjir di Rawa Jati Jakarta Selatan. Dia langsung melihat kondisi rumah warga yang terendam air hingga setinggi pinggang orang dewasa. Anies pun ‘nyemplung’ berjalan menyusuri perumahan warga yang terendam setinggi pinggang orang dewasa.

Dilansir Detikcom, Anies tiba pukul 15.30 WIB di Jalan Bina Warga,RW 07 Kelurahan Rawa Jati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017). Dia kemudian langsung berkeliling perumahan warga dan masuk ke salah satu rumah warga yang terendam banjir.

Ia bertanya soal frekuensi banjir yang melanda kawasan tersebut. Seolah-olah ingin memperlihatkan kelemahan cagub petahana, Basuki Thajaja Purnama atau Ahok.

“Ini lumayan ini airnya, sudah berapa tahun di sini, berapa kali di sini kayak begini,” tanya Anies ke salah serorang warga bernama Ali Yussani.

“Kalau seperti ini sering pak, biasanya lebih parah dari ini,” ujar Ali kepada Anies, seperti diberitakan Detikcom.

Anies kemudian berusaha menunjukkan empatinya kepada warga yang terkena banjir dengan bertanya soal kebutuhan warga terdampak banjir. Anies beralasan mencoba mengetahui masalah utama penyebab banjir yang dirasakan warga.

“Iya tadi barusan saya melihat dari dekat banjir yang menimpa warga. Karena itu saya mengimbau kepada semua warga Jakarta pada saat ini, ini adalah saat kita untuk saling membantu saudara-saudara kita yang terkena banjir,” katanya kepada wartawan.

Anies menilai banjir merupakan masalah yang tidak sederhana bagi warga Jakarta namun ia tidak menawarkan solusi yang menyentuh akar permasalahn banjir tersebut. Ia malah menyarankan kepada warga yang rumahnya terbebas dari banjir diminta untuk memberi kepedulian terhadap sesama saat memasuki rumah warga.

Anies memasuki rumah warga yang terkena banjir di Rawa Jati

Anies memasuki rumah warga yang terkena banjir di Rawa Jati

“Bisa banyak sekali bantuan yang bisa diberikan. Dan ini saatnya untuk kita benar-benar menunjukkan solidaritas kita sebagai warga Jakarta,” katanya.

Ya, sekali lagi Anies tidak memanfaatkan kunjungan ‘nyemplungnya’ ini untuk berbicara soal solusi mengatasi banjir. Dia hanya bisa melakukan pencitraan untuk menyatakan dirinya merasakan penderitaan warga bukan berbicara solusi. Ia menggunakan cara ini agar masyarakat bisa melihat dirinya berani ‘nyemplung’ sedangkan Ahok tidak pernah.

Cara yang sama juga dilakukan Anies saat, mengunjungi lokasi banjir di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur pada Senin (20/2/2017), Anies bertanya kepada Ketua RW 04 Cipinang Melayu Irwan Kurniadi apakah Ahok dan Djarot Saiful Hidayat pernah datang ke lokasi banjir. Anies lalu membusungkan dada mengklaim bahwa kedatangannya adalah bentuk perhatian yang pertama kali.

Anies nyemplung di banjir Cipinang Melayu

Anies nyemplung di banjir Cipinang Melayu. (Kumparan.com)

“Jadi, menurut warga, ini pertama kali ada perhatian datang,” ujar Anies,seperti diberitakan Kompas.com.

Ya, Ahok tak melakukan aksi nyemplung ke banjir saat mengunjungi Cipinang Melayu pada Senin (20/2/2017). Ahok secara halus menolaknya. Dia hanya berjalan di genangan air yang tidak terlalu tinggi.

Ia bahkan tidak mau perahu karet yang sudah disiapkan untuknya digerakkan. Ahok meminta para petugas, mulai dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Sosial, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, lebih fokus mengurus warga yang terkena musibah, bukan sibuk menyambut kedatangannya.

Ahok menolak ajakan untuk nyemplung di banjir Cipinang Melayu

Ahok menolak ajakan untuk nyemplung di banjir Cipinang Melayu. (Kumparan.com)

“Enggak usah masuk, nanti repot itu nya (petugas). Mereka fokus bantu orang saja,” ujar Ahok, seperti diberitakan viva.co.id.

Ahok sendiri sibuk berdialog dengan warga pada saat kunjungannya itu. Ahok memanfaatkan kunjungannya ini untuk merayu warga agar mau direlokasi sehingga daerah tersebut bisa dilakukan normalisasi, program utamanya untuk mengatasi banjir.

Ahok membantah bahwa ia telah gagal menangani banjir di Jakarta. Ahok menyebut saat ini titik banjir di seluruh Jakarta tinggal 80 titik saja, berkurang banyak dari sebelumnya 2 ribu titik. Menurut dia, program normalisasi yang dilakukannya sudah berhasil mengurangi titik banjir itu. Bahkan Ahok yakin bahwa Anies pun akan melakukan normalisasi jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Lalu apa solusi Anies untuk mengatasi banjir? Anies sama sekali tak menyentuh akar permasalahan dan terkesan malah ‘menjual’ keprihatian kondisi warga yang menderita karena banjir. Anis menyebut tidak akan merelokasi warga setempat bila dirinya terpilih sebagai DKI-1. Ia memilih untuk melakukan yang disebutnya menata ulang dan menambah lahan-lahan resapan air, cara yang sudah dicoba Jokowi-Ahok namun terbukti tak efektif mengatasi banjir.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: