Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Saksi Ahli Agama dari PBNU Sebut Pidato Ahok Nodai Agama

Wakil Rois Aam PBNU Miftahul Akhyar

Wakil Rois Aam PBNU Miftahul Akhyar. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Jakarta – Majelis hakim bertanya pada ahli soal bagian mana pada pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap menistakan agama. Pertanyaan itu ditujukan pada ahli agama dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftahul Ahyar.

“Apa alasan ahli sampai mempunyai pendapat, bahwa kalimat ini merupakan suatu penistaan terhadap Al-Maidah itu sendiri?” tanya hakim dalam lanjutan persidangan di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).

Miftahul yang menjabat Wakil Rois Aam PBNU lalu menjelaskan alasannya. Dia menyebut pada bagian pengucapan kata ‘jangan percaya’ yang disambung dengan ‘dibohongi dengan ayat’ dalam pidato Ahok itu yang dianggap menistakan agama.

“Karena di situ ada kata-kata ‘jangan percaya’ lalu disambung dengan ‘dibodohi, dibohongi pakai ayat’, sedangkan penyampainya ini tidak punya kompeten,” jawab Miftahul.

Hakim kemudian menjelaskan kembali satu per satu kata yang diucapkan Ahok dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. Dalam pidato Ahok, menurut hakim, Ahok mengatakan ada orang lain sebagai pihak yang membohongi.

“‘Jangan percaya sama orang’ berarti ini membicarakan orang, kan begitu. ‘Bisa saja dalam hati kecil bapak ibu tidak bisa pilih saya ya kan dibohongi pakai Al-Maidah 51’. Ini kan berarti kan menurut si pembicara yang mengucapkan kalimat ini ada orang lain yang membohongi pakai Al-Maidah, kan begitu. iya kan?” tanya hakim.

“Tidak begitu,” jawab Miftahul.

Hakim kemudian bertanya mengenai kebenaran seseorang yang menyampaikan ayat Al Quran termasuk Al-Maidah ayat 51. Menurut Miftahul, setiap ayat Al Quran memang harus diyakini kebenarannya. Namun perihal siapa yang menyampaikan itu yang harus dikonfirmasi kembali.

Selain itu, Miftahul juga ditanya mengenai arti kata ‘aulia’ yang ada di dalam ayat tersebut.

“Dalam konteks Al-Maidah sendiri, kalau menurut ahli sendiri itu makna yang paling tepat di situ itu makna yang mana?” tanya hakim.

“Itu memang aulia diartikan sebagai pemimpin. Ada (yang memaknai lain), tapi yang lebih tepat itu,” jawab Miftahul yang merupakan Wakil Rois Aam PBNU itu.

Menurut Miftahul, terjemahan lainnya bisa juga pertemanan dekat. Dia juga mengatakan ‘aulia’ merupakan bentuk jamak dari wali.

“Pertemanan istilahnya. Tapi pertemanan yang khusus, teman dekat, bentuk jamak daripada wali. Karena dilarang mengambil pemimpin itu justru sederhana. Kalau diartikan mengambil pertemanan bisa jadi lain. Itu ada persamaan dari segi hakekat pemaknaan. Baik itu diartikan sebagai pemimpin maupun pertemanan,” ujar Miftahul.

Miftahul juga ditanya apakah terjemahan di Indonesia untuk kata aulia memang sama atau tidak. Dia menjawab untuk Al-Maidah 51 memang penafsirannya pemimpin.

“Saya pernah membaca, bahwa ulama di Indonesia, itu penafsirannya pemimpin bagi Al-Maidah,” tutur Miftahul.

Setelah itu, Miftahul ditanya pemimpin seperti apa yang dimaksud dalam ayat tersebut.

“Yang mengurusi dari semuanya, urusan-urusan. Di situ ada semacam rakyat atau umat, ini mempercayakan urusannya kepada yang disebutkan,” kata Miftahul.

Hakim meminta Miftahul tak mengaitkan dulu pengertian pemimpin tersebut dengan kejadian di Kepulauan Seribu. Miftahul diminta mengibaratkan sedang memberi tahu murid-murid atau santri-santrinya.

“Kalau di Indonesia pemimpin itu ya pejabat,” ujar Miftahul.

“Jadi bukan pemimpin Pramuka, Palang Merah, RT, nah kalau RT bagaimana ahli? tanya hakim.

“Yang membuat kebijakan dan mencabut kebijakan itu yang dimaksud pemimpin,” jawab Miftahul.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: