Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Ternyata Perusahaan Milik Sandiaga Pemasok Air yang Mahal untuk Rusun

Petugas memperbaiki pipa yang bocor milik Aetra Air Jakarta (Aetra)

Petugas memperbaiki pipa yang bocor milik Aetra Air Jakarta (Aetra). (Warta Kota)

Anekainfounik.net. Saat mengunjungi Rusun Rawa Bebek di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (21/2/2017), Calon gubernur DKI Anies Baswedan kembali menyerang pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat debat soal tarif air pada 27 Januari lalu.

Saat itu, Ahok sempat mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI sudah memberikan subsidi air bersih untuk warga miskin sehingga tarif air bersih yang dikenakan hanya Rp 1.050 per meter kubik.

Anies mengungkit pernyataan Ahok dalam debat Pilkada DKI yang menyebut harga air di rusun Rp 1.050 per kubik.

“Kemarin pas debat Pak Gubernur mengatakan harga air Rp 1.050. Kenyataannya berapa?” tanya Anies, kepada warga.
Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi Rusun Rawa Bebek khusus keluarga, yang dihuni eks warga Bukit Duri. Warga lalu menjawab bahwa tarif air perkubik di Rusun Rawa Bebek Rp 5.000-an.

Pertanyaan yang sama ia kembali lontarkan saat mengunjungi Rusun Rawa Bebek khusus lajang yang sekarang ditempati eks warga Pasar Ikan. Anies kemudian berjanji akan membereskan masalah tarif air. Dia mengatakan air adalah masalah kebutuhan dasar.

Yang menjadi pertanyaan adalah mampukan Anies merelisasikan janjinya tersebut karena perusahaan pemasok air untuk kawasan Jakarta Timur dan Utara, termasuk untuk rusun adalah milik pasangannya, cawagub Sandiaga Uno?

Baca juga: Warga Rusun Rawa Bebek Bantah Pernyataan Ahok Saat Debat

Seperti diketahui, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) DKI Jakarta melakukan perjanjian kerja sama PAM Jaya dua operator air minum pada 1997. PAM Lyonnaise Jaya atau Palyja mengelola air bersih untuk wilayah Jakarta bagian Barat dan Selatan. Kemudian, untuk Jakarta bagian Timur dan Utara dikelola oleh PT Thames PAM Jaya, yang sekarang bertransformasi menjadi PT Aetra Air Jakarta (Aetra) yang merupakan milik Sandiaga.

Dilansir bisnis.com, pada perjanjian yang berlaku hingga 2023 itu, kedua operator berhak mengambil unit air baku dari sumber air, mengolah unit produksi air (water treatment plant/WTP), dan mendistribusikan air ke daerah tertentu, dan menentukan tarif air ke pelanggan.

Dalam kontrak tersebut terdapat aturan PAM Jaya wajib membayar PT Palyja sebesar Rp 7.000 per meter kubik. Dengan demikian, harga air di Jakarta paling mahal se- sia Tenggara. Padahal, tarif air yang siap minum di Singapura, hanya Rp 3 ribu per meter kubik.

Selain itu, Palyja dan Aetra seharusnya sudah bisa menyediakan air bersih bagi 80 persen warga Ibu Kota namun realiasasinya hanya 40 persen.

Sejak menduduki jabatan gubernur dan wakil gubernur, Jokowi dan Ahok sudah lama mengetahui masalah ini. Ahok sendiri menyebut langkah restrukturisasi kontrak akan dilakukan PDAM Jaya terhadap Aetra dan Palyja pada tahun 2017 untuk meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih bagi warga Jakarta.

Kembali ke masalah tarif aif di Rusun Rawa Bebek. Corporate Communication PT Aetra, Rika Anjulika, menyatakan, pengenaan tarif di rusunawa mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 11 Tahun 2007 tentang Penyesuaian Tarif Otomatis Air Minum PDAM.

Ia menyebut tarif Rp 5.500 merupakan tarif yang berlaku untuk rumah susun kategori sederhana. Ia menyebut tarif Rp 1.050 per meter kubik adalah tarif yang diperuntukkan pada rumah susun sangat sederhana. Rusunawa sangat sederhana diketahui merupakan rusunawa yang per unitnya memiliki luas 21 meter persegi.

Rika mengatakan, saat ini sudah tidak ada lagi tarif air bersih untuk rusunawa yang sebesar Rp 1.050. Sebab, kata dia, tidak ada lagi rusunawa milik Pemprov DKI yang per unitnya memiliki luas 21 meter persegi. Saat ini, luas unit di rusunawa-rusunawa milik Pemprov DKI diketahui minimal mencapai 36 meter persegi.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: