Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Dikabarkan Jadi Pengacara Freeport, Munarman FPI: Hoax Tuh

Munarman FPI yang diisukan jadi pengacara Freeport

Munarman FPI yang diisukan jadi pengacara Freeport. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Sejak kemarin, beredar kabar liar yang menyebut Sekum FPI Munarman menjadi pengacara Freeport Indonesia. Munarman menepis kabar tersebut.

“Hoax tuh,” kata Munarman membantah isu tersebut, Kamis (23/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Kabar tersebut beredar melalui situs seword.com yang kemudian menyebar melalui media sosial yang menulis opini berjudul “Ketik Google: Pengacara Freeport.” Di situs tersebut, tak disebutkan dengan jelas sumber yang menjadi dasar isu itu.

Dalam situs itu disebutkan Munarman memiliki saham di salah satu perusahaan yang memiliki saham di Freeport Indonesia.

Meski sumbernya tidak jelas, tetap saja informasi itu disebar melalui media sosial, terutama Twitter. Perbincangan di Twitter banyak yang berujung komentar negatif.

“Nasionalisasi saja. Jadikan BUMN, selesai tuh masalah,” ujar Munarman ketika ditanya mengenai tuduhan memiliki saham di perusahaan yang memiliki saham di Freeport.

Munarman diketahui juga sebagai seorang advokat. Dia pernah aktif di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sebelum berkiprah di FPI.

Sementara, situs gerilyapolitik.com menulis judul “Terbongkar Ternyata Munarman FPI Pengacara Freeport.”

Isinya adalah tuduhan kepada Munarman atau kepada kantor pengacara Munarman, Do’ak & Partner sebagai kuasa hukum dari PT Indocopper Investama Tbk. Dan Indocopper itulah yang oleh dua “media” itu dihubung-hubungkan dengan Freeport.

Munarman, Do’ak & Partner adalah kantor pengacara yang beralamat Komplek Perkantoran Yayasan Daarul Aitam Jl. KH. Mas Mansyur No. 47C & D, Jakarta Pusat. Dalam daftar data personal yang tercantum di situs kantor pengacara itu, nama Munarman bersama Nazori Do’ak Ahmad tercantum sebagai Senior Partner.

Tercantum pula tujuh nama perusahaan yang pernah menjadi klien mereka, antara lain PT Indocopper Investama Tbk. Tapi mengamati situs kantor pengacara itu, tampaknya sudah lama tidak aktif karena pemutakahirannya dilakukan pada tahun 2015, begitu juga dengan nomor teleponnya.

Adapun Indocoper adalah perusahaan publik. Perusahaan ini didirikan oleh Bob Hasan dan semula mengantongi kepemilikan saham Freeport sebesar 9,36 persen atau sama dengan kepemilikan saham pemerintah di Freeport. Seluruh saham Indocopper (100%) lantas dibeli oleh Freeport pada tahun 2003, tapi oleh Freeport, saham Indocopper ditawarkan kembali kepada perusahaan tambang nasional untuk dibeli melalui skema divestasi.

Di penghujung tahun 2009, Pemerintah Provinsi Papua menggandeng PT Aneka Tambang Tbk. berniat untuk membeli 9,36% saham divestasi tersebut. Tapi rencana pembelian oleh Pemprov Papua dan Antam tidak pernah terjadi, hingga empat tahun silam, Menteri Perindustrian, MS. Hidayat mengumumkan, Freeport akan melakukan divestasi saham hingga 15 persen.

Sekitar 10 persen dari saham yang akan didivestasikan, ditawarkan kepada pemerintah, dan sisanya akan dijual secara terbuka. Tapi rencana itu tampaknya juga tidak terlaksana, dan kepemilikan saham pemerintah di Freeport sampai sekarang tetap sekitar 10 persen.

Bapepam pernah bersengketa dengan Indocopper di Pengadilan Tata Usaha Negara. Kasusnya sampai pada tahap peninjauan kembali atau PK di Mahkamah Agung. Dalam putusan bernomor 57 PK/TUN/2008, Mahkamah Agung kemudian mengabulkan PK Bapepam meskipun perincian putusannya tidak terungkap.

Apakah Munarman lewat kantor pengacara Munarman, Do’ak & Partner menjadi pengacara Indocopper dalam sengketa melawan Bapepam itu?

Munarman, di susunan pengurus FPI tercantum sebagai wakil sekretaris umum bidang dakwah, belum menjawab pertanyaan: kapan kantor pengacaranya menjadi kuasa hukum Indocopper dan untuk kasus apa. Begitu juga dengan Indocopper.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: