Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Permohonan Kasasi Kedua Pembunuh Bocah Engeline Ditolak

Margriet C Megawe dan Agus Tay

Margriet C Megawe dan Agus Tay. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi kedua pembunuh gadis cilik Engeline, Margriet C Megawe dan Agus Tay alias Agus Tae alias Agustay Handa May. Alhasil, hukuman seumur hidup Margriet tidak berubah. Dengan vonis itu, ibu dua anak ini harus menghuni penjara hingga meninggal dunia.

Sementara, Agus Tay tetap dihukum 10 tahun penjara. Pembunuhan biadab itu terjadi di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, pada 16 Mei 2015. Penganiayaan dilakukan Margriet seorang diri terhadap Engeline di rumahnya. Engeline yang menerima penganiayaan di luar batas kemanusiaan itu hanya bisa merintih kesakitan.

“Sudah Mama, sakit Mama. Cukup Mama…,” teriak Engeline dengan suara yang semakin lama semakin melemah sebagaimana ditulis dalam pertimbangan kasasi MA, Sabtu (25/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Rintihan itu terdengar pembantu Margriet, Agus Tay yang baru saja datang. Saat membuka pintu, Agus Tay melihat Engeline sedang dijambak dan kepalanya dibenturkan ke lantai.

“Bu, alasan apa ibu memukul Engeline sampai seperti ini,” teriak Agus Tay.

Namun jawaban Margriet di luar dugaan. Margriet meminta Agus Tay tutup mulut dan dijanjikan uang Rp 200 juta.

“Terdakwa memerintahkan Agus Tay menyetubuhi korban namun Agus Tay menolaknya,” tutur majelis hakim.

Margriet meminta Agus Tay menyundutkan api rokok ke punggung Engeline tetapi ditolak. Alhasil, Margriet sendiri yang melakukannya guna memastikan bocah usia 7 tahun itu meninggal dunia.

Margriet selanjutnya menyuruh Agus Tay membungkus jazad korban dengan kain sprei, setelah itu menyuruh Agus Tay memperdalam lubang dekat kandang ayam untuk menguburkan mayat korban dan menimbun kuburan dengan tanah lalu disuruh menaruh dan menabur sisa potongan bambu, keranjang, dan sisa makanan ayam di atas tanah kuburan.

Beberapa hari setelah pembunuhan sadis itu masyarakat mencari Engeline. Perlahan, kematian itu pun terbongkar. Margriet dan Agus Tay dihadapkan ke meja hijau dengan dakwaan terpisah.

Pada 29 Februari 2016, Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Agus Tay atau 2 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa. Atas vonis itu, terdakwa dan jaksa sama-sama banding. Tapi hukuman itu tidak berubah.

Baik jaksa dan Agus Tay sama-sama keberatan dan mengajukan kasasi. Apa kata MA?

“Menolak kasasi JPU dan terdakwa,” kata majelis kasasi yang diketuai hakim agung Andi Samsan Nganro.

Putusan dengan nomor perkara 1823 K/PID.SUS/2016 itu juga diadili oleh hakim agung Eddy Army dan hakim agung Margono selaku anggota majelis. Di kasus ini, Margriet tetap dihukum penjara seumur hidup.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: