Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pria yang Suruh Nenek Supini Mengemis di Semarang Bukan Cucunya

Wakil Walikota Semarang bersama Nenek Supini

Wakil Walikota Semarang bersama Nenek Supini. (Tribun Semarang)

Anekainfounik.net. Netizen di Kota Semarang heboh ketika muncul video seorang nenek yang mengemis dan diduga disuruh oleh cucunya. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi langsung merespons video yang viral tersebut.

Seperti diberitakan detikcom, Senin (6/3/2017), video tersebut diposting oleh akun instagram @mbaklina_ dan diposting ulang beberapa akun di grup Facebook MIK SEMAR (Media Informasi Komunikasi Kota Semarang). Ada 4 video yang diposting @mbaklina_. Dalam caption video tersebut diberi keterangan lokasi mengemis berada di traffic light RSUP dr. Kariadi Semarang.

Kini, pria yang diketahui bernama Suwarno (36) diperiksa Polrestabes Semarang. Pria asal Sragen, Jawa Tengah, itu dianggap sudah melakukan eksploitasi terhadap Nenek Supini. Ia mengaku tak memiliki tidak memiliki hubungan keluarga, apalagi sebagai cucu.

“Saya baru ketemu 3 bulan lalu, sebelum tahun baru,” ujar Suwarno setelah ditemui Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Mapolres Semarang, Senin (6/3/2017).

Sore tadi Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu, mendatangi Mapolrestabes Semarang untuk bertemu dengan Supini dan Suwarno. Di ruang Kepala Satreskrim Polrestabes Semarang, Ita bertemu dengan Suwarno.

Kepada Ita, Suwarno mengaku kenal dengan Supini sebelum pergantian tahun atau sekitar bulan Desember di Pasar Yaik, kawasan Pasar Johar, Semarang. Pria asal Sragen itu berdalih ingin mengurus Supini yang menggelandang, bahkan buang air besar di kain jarit yang dikenakan.

“Ketemunya di Yaik, dia buang air besar di jarit (pakaian)-nya, saya gantikan di kamar mandi,” ujarnya.

Pertemuan awal tersebut seolah-olah seperti menunjukkan kepedulian Suwarno kepada Nenek Supini. Namun, di balik itu, ternyata Suwarno mengarahkan Supini agar mengemis di kawasan lampu pengatur lalu lintas RSUP dr Kariadi, Semarang.

“Dia berangkat sendiri naik angkutan ke Kariadi, pulangnya juga. Berangkatnya pukul 07.00 WIB, pulangnya pukul 15.00 WIB,” ujar Suwarno.

“Aku nggak pernah maksa,” imbuhnya.

Selama ini hasil Supini mengemis sebagian besar diambil oleh Suwarno. Rata-rata per hari Supini mengumpulkan Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu, namun Rp 40 ribu diambil oleh Suwarno. Makan siang pun tetap diambil dari uang Supini.

“Pukul 10.00 WIB juga makan sarapan. Iya, pakai uang Mbah,” ujar bujangan itu.

Suwarno masih berusaha berkilah uang milik Supini tersebut sebenarnya ditabung. Setelah diselidiki, ternyata uang tersebut dikumpulkan di warung dekat kosnya di Tawang Sari agar ia mudah makan di warung tersebut. Bahkan uang Supini juga digunakan untuk membeli pulsa dan membayar kos.

“Bayar kos Rp 300 ribu. Dari Mbahe Rp 100 ribu,” katanya.

Berkali-kali Suwarno menyebut dia mengurus nenek itu. Menurutnya, ia pernah berusaha mengajak Supini ke kosnya, namun pemilik kos menolak karena nenek itu suka buang air besar di kamar. Pada kenyataannya, selama ini Nenek Supini dibiarkan menggelandang, sedangkan Suwarno tinggal di tempat kosnya.

Hingga saat ini Suwarno masih dimintai keterangan dan diselidiki apakah ada ‘Supini’ yang lain. Suwarno terancam dijerat Undang-Undang Perdagangan Orang. Hukuman minimal 3 tahun penjara, maksimal 15 tahun. Sementara, Supini kini ditangani Dinas Sosial Kota Semarang.

Nenek Supini ingin kembali pulang ke rumahnya di Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun petugas Dinas Sosial Kota Semarang masih kesulitan mencari keberadaan tempat asal Supini.

Supini menolak tawaran Hevearita atau yang akrab disapa Ita untuk ditampung di panti wreda. Supini menyebut ada keponakannya di Grabag yang akan merawatnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: