Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Imam Istiqlal: Satu Kampung Berdosa Jika Menolak Salatkan Jenazah!

Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar bersama Raja Salman dan Jokowi

Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar bersama Raja Salman dan Jokowi. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menentang adanya larangan menyalatkan jenazah muslim karena mendukung salah satu pasangan calon di Pilkada DKI Jakarta. Dia menegaskan menyalatkan jenazah muslim itu wajib hukumnya dalam agama Islam.

Nasaruddin mengatakan, jika seseorang itu telah mengucapkan dua kalimat syahadat, artinya dia telah menjadi seorang muslim. Dan bagi muslim yang lain, wajib menyalatkan muslim yang telah meninggal.

Bahkan, kata Nasaruddin, satu kampung bisa berdosa jika ada yang menolak menyalatkan jenazah.

“Asal orang itu sudah bersyahadat, itu sudah muslim. Jadi tidak perlu dipertentangkan lagi. Bahkan orang-orang yang ragu pun disalati juga. Karena menyalati orang muslim itu wajib hukumnya. Berdosa massal suatu kampung atau suatu daerah manakala ada orang yang tidak menyalati jenazah,” kata Nasaruddin saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/3/2017), seperti dilansir Detikcom.

Nasaruddin sendiri mengakui memang ada perdebatan soal menyalatkan muslim yang munafik. Namun pengertian munafik ini harus betul-betul diperhatikan.

“Memang ada kontroversi kalau itu munafik kan. Tapi ayat yang dimaksudkan dalam Surah At-Taubah itu ialah Abdullah bin Ubai. Nah, itu Abdullah bin Ubai bin Abdussalum munafik yang luar biasa. Sampai-sampai diturunkan ayat kepadanya tentang itu. Saya yakin, kalau orang yakin itu adalah tidak pernah ada berniat untuk munafik dan tidak ada niatnya untuk menghina Islam. Saya kira nggak. Saya kira,” jelasnya.

Nasaruddin juga menegaskan aliran politik apa pun tidak mengganggu orang untuk menyalatkan jenazah. “Yang penting orang itu muslim betul,” katanya.

Nasaruddin pun mengimbau jangan sampai ada warga yang menolak menyalatkan jenazah, apalagi karena perbedaan pilihan politik.

“Jangan sampai kita tidak menyalati mereka, nanti kita berdosa itu. Berdosa suatu massal. Kalau ada orang yang hanyut di sungai, tidak ada yang mendamparkan, maka kita berdosa semua kampung yang dilewati itu,” jelasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: