Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Begini Syarat jadi Anggota Grup Pedofil di FB ‘Official Candys Group’

Kapolda Irjen M. Iriawan rilis kasus paedofil lewat FB

Kapolda Irjen M. Iriawan rilis kasus paedofil lewat FB. (Foto: Suara.com)

Anekainfounik.net. Empat orang pelaku pedofilia online rupanya memiliki syarat khusus bagi netizen yang ingin menjadi anggota grup Facebook dan WhatsApp mereka. Selain menggunakan uang, anggota harus aktif membagi konten pornografi anak.

“Ada syarat-syarat yang harus diikuti oleh para member. Pertama tidak boleh pasif, yang member harus mengirimkan gambar-gambar yang dibuat kejahatan seksual dengan anak-anak kecil,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochammad Iriawan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/3).

Para anggota juga harus rutin memposting video atau gambar pornografi anak terbaru yang belum pernah di-share ke grup manapun. Apabila tak melakukannya, para pelaku yang berperan sebagai admin grup akan memberikan sanksi.

Artinya, lanjut Iriawan, member harus mengirimkan gambar-gambar yang dibuat dengan melakukan kejahatan seksual pada anak kecil.

“Member harus memposting video atau gambar porno yang anaknya belum pernah di-upload. jadi korbannya bertambah, tidak boleh yang sudah sama,” ujarnya.

Ia mencontohkan, misalnya kalau hari ini mengupload video dengan korban A, maka besoknya harus kirim lagi namun dengan korban B, tidak boleh dengan korban yang sama. “Kalau tidak melaksanakan ini, akan dikeluarkan dari grup,” ujarnya.

Anggota member grup akan mendapatkan keuntungan rupiah jika konten foto dan video seks dengan anak yang mereka share diklik member yang lain. Setiap klik nilainya Rp15 ribu.

Tapi, polisi belum dapat membongkar sumber dananya.

“Perputaran uang tidak besar. Yang dia tekankan bukan masalah uang atau ekonomi. Ada memang satu klik Rp15 ribu, masuk ke dalam rekening khusus, sesuai dengan yang kita dapatkan. Tapi kepuasan dari sensasi seksual itu yang dia rasakan. Ini sudah kami perdalam. Itu yang dirasakan oleh mereka, sensasi seksual itu,” kata dia.

Baca juga: Pendiri Grup FB ‘Official Candy’s Groups’ Alami Kekerasan Seksual Saat Kecil

Saat ini polisi terus menelusuri siapa saja member yang tergabung dalam ‘Official Candys Group’ ini. Untuk diketahui, per tanggal 9 Maret 2017 ini jumlah anggota grup tersebut sudah 7 ribu orang. Iriawan meyakini grup tersebut memiliki kaitan dengan sindikat kejahatan seksual dengan korban anak berskala global.

“Siapa member tersebut kami akan telusuri karena banyak. Ini baru kita ungkap 4 orang, ini diantaranya dua-duanya pelaku dari kejahatan pedofil ini. Kemudian member ini juga terkoneksi atau bergabung dengan member-member internasional, di mana ada member dari Amerika Latin,” kata Iriawan.

Iriawan mengatakan Polri akan bekerjasama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menelusuri kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur ini.

Polisi juga akan melibatkan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak dan Komisi Nasional Perlindungan Anak.

“Tentunya kami kerjasama juga dengan Komnas perlindungan anak dan Kementerian PPA untuk bisa terus mengungkap ini, dan melakukan konseling. Tentunya, bagi korban yang ada itu pasti trauma. oleh sebab itu, kami menggandeng kawan-kawan kami yang lainnya untuk bisa menindaklanjuti,” kata dia.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: