Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Demi Rangkul FPI, Anies Baswedan Memutarbalikkan Fakta Sumpah Pemuda

Anies Baswedan di markas FPI Petamburan

Anies Baswedan di markas FPI Petamburan. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Belakangan ini di sosial media beredar penggalan pidato Anies Baswedan di markas FPI Petamburan tanggal 1 Januari 2017. Ya, pada hari pertama di tahun 2017 ini, Cagub Anies Baswedan memilih merayakannya bersama Rizieq Shihab dan sekitar 300 orang anggota FPI.

Acara di markas FPI tersebut berupa diskusi yang mengambil tema “Mengenal Ideologi Trans-Nasional di Era Globalisasi: Pengaruhnya terhadap Ahlussunnah wal Jamaah dan NKRI.” Diskusi tersebut diisi Mohammad Baharun dan Abdul Chair Ramadhan, dan Hidayat Nur Wahid sebagai pembahas.

Menurut Rizieq Shihab, tujuan diadakannya diskusi tersebut adalah untuk mengedukasi serta mencegah ideologi yang tak sesuai dengan umat Islam yang berkembang di Indonesia.

Berikut videonya:

Berikut isi videonya.

“Orangtua kita mendirikan PAI, Partai Arab Indonesia… Partai Arab Indonesia itu mendeklarasikan satu… tanah airnya Indonesia, dan mengatakan tanah air Indonesia di tahun 34…Apa sih coba kita pikir apa sih yang terjadi? Nekat… Tahun 34, Nekat! Kenapa? Karena Indonesia sudah ada? Belum… Kalau orang jawa mengatakan ‘Saya Indonesia’ ternyata Indonesia tidak terjadi, dia tetap Jawa… Orang Bugis mengatakan ‘Saya Indonesia’, ternyata Indonesia tidak jadi, dia tetap Bugis… Nah ini orang Arab mengatakan ‘Saya Indonesia’ , barangnya belum ada.. Kalau Indonesia tidak terjadi? Mau ngaku Jawa ga bisa, mau ngaku Arab, kan sudah mengaku Indonesia tadi… cari saja sana Indonesia dimana? Ga ada barangnya… Mereka itu menyatakan sumpah pada tanah air, Indonesia, sebelum Indonesia-nya ada, tidak ada yang lain yang melakukan itu, kecuali keturunan Arab di Indonesia… Dan itu dilakukan semua kelompok, cikal bakalnya mana? Cikal bakal Jamiah Thahir … Saya sampaikan pada Jamiah Thahir, saya diundang hadir ketika saya masih Mendikbud.. saat itu tetap saya sampaikan bahwa ini cikal bakal pergerakan nasional…”

Karena pidato Anies tersebut saya pun mencari tahu dan menggali lebih dalam lagi tentang Partai Arab Indonesia dan ikrarnya tersebut, beberapa fakta yang saya temukan:

  1. Bahwa kakek Anies Baswedan, AR Baswedan merupakan mantan pejuang, jurnalis dan seorang nasionalis sejati. Pada tanggal 1 Agustus 1934, di harian ‘Matahari’ terbitan Semarang, AR Baswedan menulis artikel yang menyerukan pada orang-orang keturunan Arab agar bersatu membantu perjuangan bangsa Indonesia. Beliau mengajak seluruh keturunan Arab, seperti dirinya sendiri, untuk menganut asas kewarganegaraan ius soli, yaitu: di mana saya lahir, di situlah tanah airku.
  2. Deklarasi Partai Arab Indonesia yang menyatakan tanah airnya Indonesia, dikenal dengan ‘Sumpah Pemuda Keturunan Arab’, dilakukan pada sebuah Kongres tanggal 4-5 Oktober 1934 di Semarang. AR Baswedan terpilih menjadi ketuanya. Sumpah Pemuda Keturunan Arab memiliki 3 butir pernyataan yaitu:
    – Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia.
    – Peranakan Arab harus meninggalkan kehidupan menyendiri (mengisolasi diri)
    – Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah-air dan bangsa Indonesia.

Sumber: Wikipedia, Wikipedia2, Wikipedia3

Ada beberapa hal penting yang sepertinya ‘dilupakan’ oleh Anies Baswedan:

1. Bahwa Sumpah Pemuda Keturunan Arab tersebut dilakukan hampir 6 tahun setelah Sumpah Pemuda Indonesia di Batavia (Jakarta) tanggal 28 Oktober 1928, yang berbunyi:

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

2. Bahwa cikal bakal pergerakan nasional yang melatar belakangi deklarasi Sumpah Pemuda Keturunan Arab tahun 1934, adalah Sumpah Pemuda Indonesia tahun 1928. Bukan sebaliknya.

3. Bahwa Anies Baswedan ketika mendatangi markas FPI, lalu ‘berjualan’ dan memutarbalikkan fakta dan sejarah leluhurnya yang keturunan Arab demi mendulang simpati Rizieq Shihab yang juga merupakan keturunan Arab, secara tidak langsung telah ‘menampar’ Kakeknya sendiri, AR Baswedan, seorang pejuang nasionalis yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dengan segenap rakyat Indonesia. Kenapa? Jelas karena Rizieq Shihab dan FPI adalah ormas yang bercita-cita mendirikan negara syariah Islam, dan anti Pancasila.

Betapa mirisnya ketika seorang yang mengaku seorang intelektual, tapi rela mengemis dukungan di markas FPI hanya demi menjadi Gubernur. Tindakan Anies tersebut bahkan sudah mencoreng perjuangan Kakeknya sendiri yang merupakan seorang nasionalis sejati.

Untuk warga Jakarta, bijaklah dalam memilih, jangan takut intimidasi sekelompok orang. Ingat, bukan hanya lima tahun taruhannya, tapi sampai nanti anak cucu kita… Apakah kita mau tunduk saja dengan ormas intoleran atau berjuang menegakkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika?

Sumber: Anies Baswedan dan FPI Telah Menampar Kakeknya Sendiri, Seorang Pejuang Nasionalis

Iklan

Diskusi

One thought on “Demi Rangkul FPI, Anies Baswedan Memutarbalikkan Fakta Sumpah Pemuda

  1. Nama INDONESIA memang sudah ada sebelum tahun 1934, tapi BELUM RESMI.

    BUKTI :
    Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama Indonesië diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Permohonan ini ditolak.
    SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia

    Kalau nama Indonesia belum resmi dan saat itu ada perkiraan mungkin tidak jadi dipakai. lalu Orang Arab yg di Indonesia mau pakai nama apa ?? Kalau yang terjadi bukan nama Indonesia yg dipakai oleh Negara ini, umpamanya ternyata yg dipakai oleh Negara ini adalah nama Khatulistiwa, maka Orang Jawa yang terlanjur mengaku Orang Indonesia tetap Orang Jawa, Orang Sunda yang terlanjur Orang Indonesia tetap Orang Sunda dll yg mana Jawa, Sunda mrpkan suku2 asli di Negara Khatulistiwa, lalu bagaimana dengan Orang Arab yang terlanjur mengaku Orang Indonesia sementara Negaranya bernama Khatulistiwa. Itulah maksudnya nekad, Orang Arab nekad mengaku Orang Indonesia meskipun ada kemungkinan nama Indonesia tidak jadi dipakai… 😀

    Posted by Batari Laksmi | Maret 21, 2017, 9:33 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: