Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polri Usut Penyebar Kabar Hoax Orang Gila Penculik Anak

Salah satu akun Facebook penyebar isu penculikan anak

Salah satu akun Facebook penyebar isu penculikan anak. (Facebook/Topik Ida TikTak)

Anekainfounik.net. Jakarta – Polri akan usut penyebar pesan berantai yang mengatakan ada modus baru penculikan anak, yaitu berpura-pura menjadi orang gila. Akibat pesan ini, beberapa orang dengan gangguan kejiwaan sempat diamuk massa.

“Itu pasti ya. Mereka-mereka yang menyebar info itu akan kami usut,” ujar Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Martinus menegaskan pesan berantai itu bukanlah dari pihak kepolisian. Masyarakat diharap tak mudah percaya dengan pesan semacam itu.

“Mari bijak menggunakan media sosial,” imbaunya.

Dalam waktu berdekatan, di sejumlah daerah terjadi penganiayaan oleh warga kepada orang dengan masalah kejiwaan. Penyebabnya adalah pesan berantai yang menyebut orang gila sebagai pelaku penculikan anak.

Pada Kamis (16/3) contohnya. Sapto Handoyo, yang mengalami gangguan jiwa, diamuk massa di Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kemudian, Hal yang mirip terjadi di Sumenep Jawa Timur. Sejumlah orang gila yang biasa lalu-lalang di wilayah tersebut ditangkap warga dan dianiaya. Penyebabnya adalah beredarnya pesan singkat mengenai orang gila penculik anak.

“Aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan secara hukum, apalagi dilakukan terhadap seseorang yang sama sekali tidak bersalah. Terhadap para pelaku main hakim dengan melakukan perbuatan melawan hukum, maka akan dapat dikenakan sanksi hukum pidana,” pungkas Martinus.

Lalu siapa pelaku penyebar isu hoax ini?

Dilansir detikcom, pada Selasa (21/3/2017), kabar tentang orang pengidap gangguan kejiwaan menjadi modus penyamaran pelaku penculikan anak ini mulai merebak di Jawa Barat sejak 8 Maret 2017 lalu. Pesan itu tersebar dalam bentuk selebaran lengkap dengan logo Polda Jabar dan Binmas Polda Jabar yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Namun, isu tersebut ditepis Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus. Yusri menegaskan kabar tersebut bohong belaka. “Nggak benar, itu hoax. Masyarakat jangan resah. Saya tegaskan selebaran tersebut hoax. Polda Jabar tidak pernah mengeluarkan selebaran seperti itu. Kita kan punya Bhabinkamtibmas yang sosialisasi ke masyarakat,” kata Yusri saat dihubungi detikcom pada Selasa 7 Maret lalu.

Kabar itu menyebar luas hingga ke sejumlah daerah. Ada juga kabar yang menyatakan jika seorang si tukang culik anak yang berpura-pura orang gila dan membawa dua kantong plastik, serta sudah mendatangi tempat ngaji anak-anak di wilayah Kecamatan Krian Sidoarjo, Jawa Timur.

Lagi-lagi kabar viral penculikan anak ini juga dibantah. “Sampai saat ini pihak Polresta Sidoarjo belum mendapatkan laporan dari Polsekta jajaran tentang berita penculikan anak. Menurut kami berita tersebut adalah bohong,” kata AKP Teguh Setiawan Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo.

Meski kabar hoax itu telah dibantah, masyarakat masih resah gelisah. Para orang tua maupun warga menjadi lebih protektif ketika melihat orang asing mendekati anak-anak baik di sekolah maupun di tempat umum.

Terbaru, seorang wanita nyaris menjadi bulan-bulanan warga setempat di Tanah Tinggi, Benteng, Kota Tangerang, Banten, pada Minggu 19 Maret 2017. Wanita yang belakangan diketahui bernama Ira asal Serang, Banten ini kemudian dikerumuni oleh warga karena dikira hendak menculik anak. “Itu orang stres. Katanya dia mau nyari adiknya di Tanah Tinggi, karena stres dia lupa posisinya di mana. Karena musim hoax, orang lihat dia dikira mau nyulik anak-anak kemudian diamankan pak RT dan ada yang menghubungi polisi,” ungkap ,” kata Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono.

Beruntung Ira tidak dianiaya warga, seperti kasus penganiayaan yang dialami sejumlah orang gila di beberapa daerah seperti Depok, Banten, Cirebon, Cilegon, Banjarnegara, Madura dan Surabaya. Bahkan, aksi main hakim sendiri terhadap orang gila ini telah memakan korban jiwa.

Seperti yang terjadi di Cilegon, seorang pria yang yang berpakaian compang-camping itu tengah berjalan di Kracak, Ciwandan, tiba-tiba dihakimi massa setelah maraknya berita hoax tentang penculikan anak. Peristiwa yang dialami pria itu terjadi pada Sabtu 18 Maret 2017 pukul 21.30 WIB.
Pria nahas itu dihajar hingga meninggal dunia.

“Saksi Rahmatulloh melihat orang itu sedang lewat di daerah Randakali. Kalau tidak salah sekitar pukul 20.00 WIB. Dia melintas, mungkin ya orang-orang menganggap orang itu penculik,” kata Panit I Reskrim Polsek Ciwandan, Iptu Sudibyo Wardoyo.

Polisi menduga pria itu gelandangan atau orang gila. “Kita temukan barang bukti di dalam tasnya itu ada korek 5 sama ikat kepala sama topi rimba, topi caping. Ini kalau dilihat barangnya, ini orang gelandangan, dilihat dari segi barang-barang yang diamankan,” ujar Sudibyo.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: