Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Isu Penculikan Anak, Orang Gila di Situbondo Jadi Sasaran Amuk Massa

Orang gila diamankan dari amukan massa di Situbondo

Orang gila diamankan dari amukan massa di Situbondo. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Situbondo – Isu penculikan anak di Situbondo kian meresahkan. Sejumlah orang gila (orgil) sempat jadi sasaran amuk massa karena dituduh penculik. Polisi dan Pemkab Situbondo terus melakukan sosialisasi, agar masyarakat tidak terpancing isu-isu menyesatkan alias hoax.

Bahkan, Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, telah menyiapkan surat edaran untuk menepis isu penculikan anak yang kini banyak beredar di Situbondo lewat media sosial.

“Surat edaran itu nantinya akan kita kirim ke sekolah-sekolah, semua Kepala Desa, Camat, seluruh UPTD, dan tokoh masyarakat. Ini penting untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu tidak benar,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Situbondo, H Syaifullah, dalam jumpa persnya di lantai 2 pemkab, Kamis (23/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Tak hanya dengan surat edaran bupati saja. Pemkab Situbondo juga menyiapkan banner terkait isu penculikan anak adalah hoax. Banner itu nantinya akan dipasang di tempat-tempat umum dan strategis. Personel Satpol PP Situbondo juga akan dikerahkan untuk membantu sosialisasi ke masyarakat.

“Untuk banner nantinya akan kita pasang di tempat umum, seperti pasar, terminal, dan lainnya. Ini penting untuk menghilangkan keresahan masyarakat terkait isu penculikan anak,” timpal Kabag Humas Pemkab Situbondo, H Imam Hidayat.

Isu penculikan anak terus menimbulkan keresahan di masyarakat. Beberapa hari terakhir, sejumlah orgil dan gelandangan di Situbondo telah menjadi sasaran kecurigaan warga. Mereka ditangkap ramai-ramai karena dicurigai sebagai penculik anak. Di antaranya juga dihakimi massa hingga babak belur.

Bahkan, Rabu (22/3) malam, ada dua orgil di Kecamatan Jangkar dan Kecamatan Arjasa, yang kembali menjadi korban keresahan masyarakat. Mereka ditangkap dan sempat dihajar massa karena dicurigai sebagai penculik anak. Beruntung, sebelum kondisinya lebih parah, kedua orgil itu diamankan ke Mapolsek, sebelum akhirnya diserahkan ke Satpol PP untuk dibawa ke Dinas Sosial Situbondo.

“Isu hoax penculikan anak ini memang nasional. Tetapi kita tidak ingin Situbondo menjadi yang terdepan, karena banyaknya rentetan peristiwa orgil ditangkap warga lantaran dikira penculik. Polisi bersama pemerintah daerah akan mengambil tindakan,” tegas Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo.

Tak hanya sosialisasi anti hoax saja. Polisi juga serius memelototi pelaku penyebar isu penculikan anak di Situbondo. Baik yang disebar melalui BBM, Whatsapp, SMS, maupun media sosial facebook. Sebab, penyebar isu hoax yang menimbulkan keresahan atau merugikan konsumen dalam transaksi eletronik, bisa dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya pasal 45 A ayat (1). Ancaman hukumannya paling lama 6 tahun penjara dan atau denda paking banyak Rp 1 miliar.

“Makanya kami meminta masyarakat Situbondo untuk berhati-hati memposting atau menyebar informasi yang berpotensi menyesatkan. Khususnya terkait isu penculikan anak ini. Jika terdapat informasi yang tidak jelas, sebaiknya dilakukan klarifikasi lebih dulu ke pihak-pihak berwenang,” saran Nanang Priyambodo.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: