Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kronologi Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara Hingga Pelaku Ditangkap

Kresna Wahyu Nurachmad (kanan)

Kresna Wahyu Nurachmad (kanan). (Instagram @kresnawnurachmad)

Anekainfounik.net. Kematian Kresna Wahyu Nurachmad (15), siswa SMA Taruna Nusantara yang ditemukan tewas bersimbah darah di baraknya di Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (31/3) lalu, sempat membuat heboh publik karena dihubungkan dengan kekerasan dalam sistem pendidikan.

Polisi pun bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan ini. Hanya dalam tempo 24 jam, polisi menetapkan AMR (16) sebagai tersangka pembunuhan Kresna, yang juga rekan sekolah korban.

Berikut kronologinya.

Dilansir KORAN SINDO, pelaku yang sakit hati pada korban, pada Jumat (31/3/2017) pukul 03.00 WIB terbangun melihat situasi sekitar barak. Korban saat itu sedang tidur pulas menggunakan baju OSIS biru dan celana abu-abu memakai kaus dalam.

Ada temannya berinisial N yang sedang menyeterika baju di ruang tengah. Pukul 03.30 WIB, pelaku mendekati korban dengan berdiri di sampingnya. Sebelum menghabisi korban, pelaku meminta maaf.

Pelaku lalu meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di barak tersebut. Sempat bertemu N, pelaku menanyakan apakah sudah selesai setrika atau belum.

Pelaku kemudian berjalan ke tempat tidurnya, mengganti baju, kaus, dan celana yang berlumuran darah dengan baju training warna hijau. Pelaku yang berkacamata, sadar bahwa kacamatanya hilang karena sempat ditarik korban ketika pembunuhan terjadi, kembali ke TKP, mengambil kacamata dan diletakkan di lemari.

Pelaku juga menarik pisau yang masih menempel di leher korban dan sempat dibuang di bawah tempat tidur rekannya bernama, MIS.

Selanjutnya pelaku membawa baju, kaus dan celana sekaligus pisau yang berlumuran darah itu untuk direndam dengan air. Pelaku kemudian kembali ke tempat tidurnya, berpura-pura menyapu seperti tidak terjadi apa-apa.

Pelaku dapat diungkap setelah aparat Ditreskrimum Polda Jawa Tengah melakukan Olah TKP, memeriksa sedikitnya 13 saksi, dan menginterogasi pelaku. Setelah didapati bukti kuat, pelaku saat diinterogasi juga mengakui perbuatannya.

Korban ditemukan tewas pada Jumat (31/3/2017) pukul 04.00 WIB di Kompleks Barak Graha 17 Kamar 2 B Kompleks SMA Taruna Nusantara, Mertoyudan, Magelang. Korban merupakan siswa kelas X SMA Taruna Nusantara.

Korban saat ditemukan tewas di tempat tidur

Korban saat ditemukan tewas di tempat tidur. (kabarmagelang.com)

Korban diketahui tewas setelah saksi Riyanto selaku pamong graha setempat berniat membangunkan para siswa untuk Salat Subuh melalui pintu utara wisma. Saksi berjalan melalui lorong wisma dengan memukul-mukulkan tongkat ke lantai. Para siswa terbangun, kecuali Krisna Wahyu yang terlihat tidur tertutup selimut, namun ternyata saat dibuka lehernya berlumuran darah dan telah tewas.

Polisi menyebut motif pembunuhan itu lantaran AMR sakit hati pernah tepergok Kresna sedang mencuri uang. Kresna lalu melaporkan AMR.

“Korban sering memergoki pelaku saat melancarkan aksi pencurian buku tabungan dan sejumlah uang siswa lainnya, berulang kali pula pelaku diperingatkan oleh korban,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Sabtu (1/4/2017).

Tak sampai di situ, Kapolda juga menambahkan rasa sakit hati pelaku bertambah setelah alat komunikasi pelaku disita pihak sekolah lantaran terjaring operasi saat dibawa korban.

“Dari penuturan pelaku, korban tak mau bertanggung jawab mengambil alat komunikasi pelaku yang disita pihak sekolah. Aturannya kan sekolah melarang keras setiap siswanya untuk membawa alat komunikasi,” terang Kapolda.

Menurut Irjen Condro, teknik serta cara pelaku menghabisi nyawa korban terinspirasi dari film Rambo yang sering ia tonton.

“Pelaku ini terbilang cerdas, ia melancarkan aksi pembunuhan tersebut setelah ia menonton film Rambo. Setelah pelaku menonton film Rambo tersebut terbesit niat pelaku untuk menghabisi korban dengan adegan seperti yang ada dalam film. Lantas pelaku membeli sebilah pisau di salah satu minimarket. Sempat dicurigai dengan siswa lain, namun pelaku berkilah pisau tersebut untuk membuat prakarya,” papar Condro.

Dalam hitungan detik pisau sepanjang 30 centimeter menghunus leher korban KW.

“Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng dan penyidik Polres Magelang korban mengalami luka di leher dengan kedalaman 8 centimeter, dan lebar 5 centimeter,” jelas Condro.

Penyidik juga telah mengamankan sebilah pisau sepanjang 30 cm, 1 buah baju, 1 buah celana, 1 buah dompet serta 1 buah kacamata milik pelaku. Total 20 barang bukti sudah diamankan di Mapolres Magelang.

Atas perbuatannya, AMR dijerat dengan pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak juncto pasal 340 KUHP. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah polisi melakukan gelar perkara.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: