Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Anies Baswedan: Tak Usah Perjuangkan Kebhinekaan, tapi Persatuan

Anies Baswedan dan Habib Rizieq

Anies Baswedan dan Habib Rizieq. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Dua minggu jelang Pilgub DKI putaran kedua, cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sibuk menunjukkan kepeduliannya terhadap kebhinekaan. Ia menyebut Jakarta sebagai ibu kota negara harus menjadi simbol persatuan. Anies menyebut Jakarta memiliki kebersamaan namun belum memiliki persatuan.

“Jakarta sebagai kota yang harus mempersatukan, tampaknya di Jakarta hari ini we have union in the action unity. Kita memiliki union kebersamaan, tapi kita tidak memiliki persatuan,” ujar Anies dalam pidato kebangsaan di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2017), dilansir Detikcom.

Anies mengatakan persatuan belum ada di Ibu Kota jika berbicara Pancasila. Persatuan tidak lepas dari konsep kebinekaan yang ada di Indonesia.

“Kebinekaan itu fakta, karena itu tidak usah diperjuangkan. Ada yang mengatakan memperjuangkan kemerdekaan, kemerdekaan itu fakta, fakta itu diterima, bukan diperjuangkan. Yang harus diperjuangkan bukan kebinekaan, (tapi) persatuan di dalam kebinekaan, itu yang harus diperjuangkan,” ucap Anies.

Anies menyebut terdapat kekeliruan konseptual jika ada yang mengatakan memperjuangkan kebinekaan. Kebinekaan adalah fakta yang harus dijaga dengan fokus terhadap sila pertama dan sila ketiga Pancasila.

“Sama halnya mengatakan ruangan ini kotak, ini fakta, ruangan ini tidak perlu diperjuangkan untuk kotak, memang kotak,” kata Anies.

Anies ingin menjamin warga Jakarta bebas memilih dengan alasan apa pun.

“Dalam Pilkada, orang boleh memilih dalam alasan apa pun, memilih dengan warna kulit boleh, memilih karena rambut keriting boleh, karena bahasa sama boleh, memilih karena agamanya boleh, alasan partai sama juga boleh,” kata Anies.

Anies berjanji akan menjadi pemimpin yang dapat menjembatani semua pihak. Ia ingin merangkul seluruh warga Jakarta.

“Meskipun baru calon, kami datangi semua karena kami menyadari Jakarta butuh jembatan, Jakarta butuh interaksi. Menjadi jembatan tidak ringan, karena Jakarta ke depan membutuhkan fasilitator. Kami berdua meyakini keyakinan bila gubernur bisa mengundang siapa saja, maka akan tercipta persatuan. Kami menyadari demokrasi memberikan ruang dalam persatuan,” ucapnya.

Anies mendukung kebebasan warga berpendapat. Ia akan memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi.

“Jangan menghukum pikiran. Di Jakarta, banyak yang tidak membiarkan karena menghukum pikiran. Kami berdua mempunyai komitmen untuk pilar hukum, kami akan fasilitasi Jakarta lebih kooperatif,” tuturnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.