Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

4 Video Ahok Ditayangkan, Kuasa Hukum: Jaksa Ingin Bangun Opini

Ahok saat menghadiri sidang ke-17

Ahok saat menghadiri sidang ke-17. (Kumparan.com)

Anekainfounik.net. Untuk membuktikan dakwaannya, jaksa penuntut umum memaparkan sejumlah bukti termasuk video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga menodai agama pada sidang ke-17. Setelah video di Kepulauan Seribu, kini giliran video di DPP NasDem pada 21 September 2016 yang diputar jaksa.

Dua video lainnya adalah video cuplikan pidato Ahok di Kepulauan Seribu berdurasi 13 detik dan video Ahok wawancara dengan awak media di Balai Kota DKI Jakarta pada 7 Oktober 2016.

Anggota tim kuasa hukum Ahok, Rian Ernest, menduga jaksa ingin membangun opini.

“Mereka pengin menciptakan kesan bahwa Bapak ucapkan surat Al Maidah beberapa kali, enggak cuma sekali saja. Itu kan tentu narasi yang mau dibangun JPU dan tugas kami adalah membuktikan sebaliknya,” kata Rian, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Adapun empat video tersebut merupakan barang bukti yang diserahkan oleh saksi pelapor. Video itu dinilai berkaitan dengan dugaan penodaan agama yang dilakukan Ahok.

Saat jaksa menayangkan video Ahok berpidato di DPP Partai Nasdem, sempat terjadi kesalahan teknis. Meski demikian, penasihat hukum dapat mengerti apa yang ingin ditunjukan JPU.

“Mereka coba untuk tayangin lagi tetapi mandek videonya, ada yang kepotong. Tapi kami tetap bisa dengar, so far belum ada masalah,” kata Rian.

Ia menyampaikan, Ahok tidak bermaksud untuk menafsirkan surat Al Maidah ayat 51 dengan mengutip ayat suci tersebut.

“Tapi cuma cerita pengalaman waktu di Bangka Belitung,” kata Rian.

Dalam pidato yang diputar di ruang sidang, Ahok menyatakan Indonesia 71 tahun merdeka sudah bisa memilih pemimpin tanpa memedulikan warna kulit dan agama.

“71 tahun negara kita merdeka sudah bisa memilih pemimpin bukan berdasarkan warna kulit atau keyakinan agama,” ujar Ahok dalam video.

“Inilah cita-cita Pancasila kita, kalau kita berhasil lakukan ini, Bangsa Indonesia sebenarnya lebih hebat dari bangsa Amerika yang butuh 200-an tahun untuk bisa menerima ini,” lanjutnya.

Menurut Ahok, dirinya bersedia berdebat asal berdebat soal program, bukan malah SARA. Ahok kemudian membahas soal Al-Maidah ayat 51.

“Asal berlomba program, bukan bicara suku, agama, ras. Jadi harusnya lawan-lawan kami mengkritik lawan-lawan kami. Memperlombakan program, silakan kita berdebat. Tapi kalau bilang jangan pilih dia pakai surat Al-Maidah ayat 51, apa surat ini..,” tutur Ahok

Hingga pukul 13.33, jaksa masih menayangkan video yang merupakan barang bukti dari pelapor.

Kemudian, hakim akan memeriksa barang bukti yang diajukan penasihat hukum. Setelah pemeriksaan barang bukti selesai, hakim baru memeriksa Ahok sebagai terdakwa.

Adapun Ahok menjadi terdakwa kasus dugaan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: