Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ahok Berpose 2 Jari di Depan Spanduk “Anies-Sandi Menang, KJP Tetap Ada”

Ahok berpose dua jari di depan poster Anies-Sandi

Ahok berpose dua jari di depan poster Anies-Sandi. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Saat menyusuri gang di Jalan Haji Syaip, Gandaria Selatan, calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, merasa tertarik melihat sebuah spanduk yang dipasang di tembok rumah warga.

Spanduk tersebut bergambar pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dengan program unggulan mereka, yakni “Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus”.

Ahok terlihat dengan serius membaca spanduk yang berisi perbandingan program KJP yang telah dijalankan Pemprov DKI Jakarta dan KJP Plus yang akan diusung Anies-Sandiaga.

Sambil melipat kedua tangannya di depan dada, Ahok mengamati satu per satu perbandingan tersebut. Sesekali dia mengamati sambil bertopang dagu.

Kemudian, dia menyebut ada kekeliruan data dalam spanduk milik Anies-Sandiaga tersebut.

Di dalam spanduk itu disebutkan bahwa alokasi dana KJP bagi siswa SD sebesar Rp 210.000, SMP sebesar 280.000, SMA sebesar Rp 375.000, SMK sebesar Rp 390.000, dan PKBM sebesar Rp 210.000.

Sementara itu, alokasi dana KJP Plus untuk siswa SD sebesar Rp 250.000, SMP sebesar Rp 300.000, SMA sebesar Rp 420.000, SMK sebesar Rp 450.000, dan PKBM sebesar Rp 300.000. Dia menggelengkan kepala melihat tulisan tersebut.

“(Alokasi dana bagi siswa) SMA itu ada yang Rp 600.000 per bulan, kalau untuk siswa SD emang segitu. (Pemegang KJP) SMP ada yang (dapat dana) Rp 400.000-600.000,” kata Ahok, di Jalan Haji Syaip, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).

Ahok pun menyindir KJP Plus milik Anies. Ahok menyindir karena KJP Plus juga menyasar anak yang tidak sekolah. Menurut cagub petahana itu, seharusnya KJP diberikan agar anak memiliki kemauan untuk bersekolah. Dia tidak mau ada anak yang tidak bersekolah karena sudah mendapat KJP.

“Yang membedakan kita dan mereka (Anies-Sandiaga), kita mau dorong anak biar mau sekolah. Kalau dia kan anak nggak sekolah dikasih juga. Nggak boleh dong, justru anak harus sekolah supaya dapat, supaya terdorong mau sekolah,” ujar Ahok.

“Kalau dia mau bisnis, kita bagi hasil 80-20. Jangan sampai buat anak putus sekolah karena dapat duit,” tuturnya.

Ahok juga menjelaskan KJP yang dipegang oleh pelajar di Jakarta bisa juga digunakan untuk keperluan transportasi menggunakan TransJakarta dan bus sekolah gratis. Sebab, Ahok sudah mengeluarkan Kartu Jakarta One.

“Gratis TransJakarta, bus sekolah otomatis. Itu tuh (KJP) ATM bisa tiket segala macam. Kartu Jakarta One itu sebetulnya,” tutur Ahok.

Setelah itu, Ahok sempat berpose dua jari di depan spanduk bertuliskan, “Anies-Sandi Menang, KJP Tetap Ada”. Sontak, awak media dan warga setempat yang berkerumun langsung mengarahkan kamera ponsel mereka.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: