Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Profil I Ketut Suardita Dosen FKG Unair yang Cabuli Anak Laki-laki

I Ketut Suardita, dosen Unair yang cabul

I Ketut Suardita, dosen Unair yang cabul. (Facebook)

Anekainfounik.net. Polisi sudah menetapkan I Ketut Suardita atau IKS (46), dosen Universitas Airlangga (Unair) yang melakukan pencabulan, sebagai tersangka. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi Unair itu sudah ditahan sejak Sabtu (1/4/2017) malam. Akibat kasus ini, ia diberhentikan sementara.

Padahal track record Ketut yang sudah menikah dan memiliki dua orang anak terbilang bersih. Tak ada laporan yang masuk tentang kejelekan ataupun ketidakberesan Ketut yang sudah mengajar di Unair selama 20 tahun.

Di kalangan civitas akademika Unair, Ketut merupakan salah satu dari sekian dosen yang berprestasi. Ketut yang merupakan dosen Fakultas Dokter Gigi merupakan pakar dalam tiga bidang riset.

Menyadur dari buku ‘100 Pakar Menaburkan Ilmu Pengetahuan Untuk Memandirikan Bangsa’ yang dikeluarkan Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Unair, Ketut menamatkan S1 nya di Fakultas Kedokteran Gigi Unair. Jenjang spesialis juga ia tamatkan di Unair. Untuk jenjang doktoral, Ketut menamatkannya di Faculty of Dentistry Hiroshima University, Jepang.

Pria yang mempunyai gelar drg, Ph.D, dan Sp.KG ini menekuni tiga bidang riset. Pertama adalah di bidang ilmu konservasi gigi. Kedua adalah stem cell based tissue engineering. Dan yang ketiga adalah dental bio-material.

Berkat kepakarannya dalam bidang tersebut, pria kelahiran Denpasar 26 November 1968 ini sudah mempublikasikan 31 penelitian baik di jurnal terakreditasi nasional maupun bereputasi internasional. Publikasi penelitian itu mulai ia giatkan saat mengambil studi doktoral di Jepang.

Publikasi penelitian itu di antaranya adalah, Effect of overexpression of membrane-bound transferrin-like protein (MTf) on chondrogenic differentiation in Vitro dan The Effective Concentration of Red Betel Leaf (Piper crocatum) Infusion as Root Canal Irrigant Solution. Publikasi ini dikeluarkan pada 2013.

Publikasi yang dikeluarkan di tahun 2014 adalah Efek Pegagan (Centellaasiatical) terhadap Proliferasi Mesenchymal Stem Cell. Publikasi di tahun 2015 adalah Management of an External Root Resorption and Extensive Furcation Perfortion, Management of Endontic-Restoration Treatment Failure in Maxillary Anterior Teeth, Aesthetic and Functional Rehabilitation of Anterior Teeth with Crowded and Multiple Caries.

Dalam salah satu risetnya tentang stem cell, Ketut memprediksi bahwa metode konvensional untuk terapi konservasi gigi akan beralih menuju terapi regeneratif dengan didasaekan pada tissue engineering.

“Stem cell adalah terapi regeneratif, bukan hanya memperbaiki sesuatu yang rusak. Bila gigi berlubang, biasanya ditambal dengan komposit. Kalau stem cell tidak. Kerusakan itu akan diregenerasi. Ke depan, bisa saja kita melakukan terapi pada gigi yang hilang. Jadi, menumbuhkan gigi bukan suatu yang mustahil,” kata Ketut dalam buku ini.

Sebagai dosen, Ketut mengajar sembilan mata kuliah. Di antaranya adalah Consevative Dentistry I, II, dan III, Skill Lab I dan IV, Consevative Dentistry Clinic, Stem Cell based-tissue engineering, Scientific Writing, dan Evidence Based Dentistry.

Ketut yang mempunyai istri dan 2 orang anak ini juga aktif dalam asosiasi. Ia tercatat menjadi anggota dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan Ikatan Konservasi Gigi Indonesia. Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Ketut juga melakukan pengabdian masyarakat. Kegiatan yang pernah diikutinya adalah Bulan Kesehatan Gigi Nasional, Pelatihan kesehatan gigi pada siswa Madrasah Desa Ketapanrame dan Pelatihan pencegahan kerusakan gigi guru SD Trawas.

Ketut juga tercatat sebagai chief editor pada Dental Journal Majalah Kedokteran Gigi. Ketut mempunyai satu buku yang sudah diterbitkan yakni Penuntun Kepaniteraan Klinik Pendidikan Profesi. Buku yang keluar pada 2015 ini diterbitkan oleh Airlangga University Press.

Ketut mencabuli anak laki-laki berusia 16 tahun yang masih berstatus pelajar. Lokasi kejadian adalah ruang sauna Celebrity Fitness di lantai 4 Galaxy Mall dan peristiwanya terjadi pada Sabtu (1/4/2017) sekitar pukul 19.15-20.00 WIB. Baik tersangka dan korban adalah pengunjung sauna. Pada saat kejadian, hanya ada tersangka dan korban di dalam ruangan.

Shinto menyebut bahwa tersangka melakukan perbuatannya karena ada kesempatan. Kesempatan yang dimaksud adalah hanya mereka berdua yang ada di ruang spa. Saat melakukan pencabulan, tersangka juga mempunyai peluang yakni tidak ada reaksi dari korban karena ketakutan.

Namun pada akhirnya korban bereaksi dan meninggalkan ruang sauna. Setelah berkemas dan bebersih, korban lalu melapor ke resepsionis. Resepsionis kemudian menghubungi tersangka untuk kembali ke spa Celebrity Fitness. Saat itu tersangka memang sudah meninggalkan lokasi. Tersangka yang kembali akhirnya mengakui perbuatannya. Itu disampaikannya ke manajer Celebrity Fitness. Pihak spa kemudian menghubungi polisi.

Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni selembar kartu Celebrity Fitness atas nama IKS, 2 handuk warna putih, dan rekaman cctv. Untuk kondisi korban, Shinto mengatakan bahwa kondisi korban stabil.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: