Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Mengharukan, Pria Suriah Ini Peluk Bayi Kembarnya yang Tewas

Abdul Hamid Youssef memeluk bayi kembarnya yang tewas

Abdul Hamid Youssef memeluk bayi kembarnya yang tewas. (CNN.com)

Anekainfounik.net. Damaskus – Abdul Hamid Youssef kehilangan istri dan bayi kembarnya yang masih berusia 9 bulan dalam serangan kimia di Suriah. Youssef tak kuasa menahan tangis saat harus memakamkan kedua bayinya. Apalagi ia sudah kehilangan seluruh anggota keluarganya.

Seperti dilansir CNN dan Detikcom, Kamis (6/4/2016), Youssef yang tinggal di Khan Sheikhun, Provinsi Idlib, ini hanya bisa berlutut dan menangis di samping pusara anaknya. Sang istri dan puluhan anggota keluarganya yang lain juga tewas akibat serangan kimia yang terjadi di tempat tinggalnya pada Selasa (4/4).

“Saudara laki-laki saya, anak-anak mereka dan sepupu mereka. Sekitar 25 anggota keluarga saya, semuanya martir,” tuturnya.

Youssef menceritakan bagaimana dirinya berupaya untuk menyelamatkan seluruh keluarganya, namun terlambat. Istri dan kedua bayinya ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan kejang-kejang. Youssef kehilangan keluarga tercintanya.

Dia hanya bisa memeluk erat kedua bayinya yang terbungkus kain putih, saat akan dimakamkan. Foto Youssef saat memeluk kedua bayinya itu banyak dibagikan di media sosial. Setelah kedua bayinya dimakamkan, Youssef hanya bisa menangis sambil didampingi kerabat-kerabatnya.

Youssef saat memeluk bayi kembarnya yang tewasYoussef saat memeluk bayi kembarnya yang tewas Foto: Alaa al-Yousef/CNN

Untuk komunitas dunia internasional, Youssef memiliki pesan tersendiri. “Komunitas internasional macam apa ini yang tidak mendengarkan rakyat? Apakah masih ada nurani kemanusiaan? Tidak ada yang tersisa,” ujar Youssef dalam wawancara via telekonferensi dengan media.

“Dan semua pemimpin Arab, mereka semua tertidur. Dan Amerika Serikat hanya melakukan hal yang menjadi kepentingannya. Dan Rusia memiliki kepentingan mereka sendiri dengan Bashar (al-Assad), mereka tiran,” tegasnya.

Sedikitnya 86 orang, termasuk 30 anak-anak tewas dalam serangan kimia di Khan Sheikhun, Provinsi Idlib. Rezim Presiden Assad dituding bertanggung jawab atas serangan kimia mematikan itu. Namun rezim Suriah membantah dan menyalahkan kelompok pemberontak setempat.

Negara-negara Barat termasuk AS menyalahkan rezim Assad atas serangan kimia itu. Organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyatakan, kecil kemungkinan kelompok pemberontak mampu memproduksi senjata kimia dan serangan itu dilakukan dengan pesawat tempur, yang hanya dimiliki rezim Assad.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: