Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Bayi 18 Bulan Tewas Dilempar Ibunya ke Sungai Singaparaya Bandung

Lokasi ditemukannya Fajar

Lokasi ditemukannya Fajar. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Seorang bayi berusia 18 bulan bernama Fazar Sulaeman setelah dilempar oleh ibu kandungnya, Fitriyanti Safari (24) ke dalam Sungai Singaparaya yang berada di Kampung Ciceret, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Jasad Fazar ditemukan oleh petani setempat pada Rabu (5/4) lalu. Kondisi anak tersebut sangat memprihatinkan.

“Kepalanya berada di dalam air dan posisi tubuh melambung ke atas. Kondisi mayat masih utuh, hanya ada luka di dekat telinganya saja,”ujar Amud (65), ketua RT 1 Kampung Ciceret, Jum’at (7/4/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Selain itu, sambung Amud, warga melihat tangan Fazar menggenggam ranting bambu. “Sepertinya saat tenggelam, anak tersebut mencari pegangang. Jadi saat jasadnya ditemukan, ada ranting bambu yang masih digenggam oleh tangan anak kecil itu,” kata Amud.

Setelah memeriksa secara intensif ibu kandung korban, Kapolsek Banjaran Kompol Susi Rachmi mengatakan pemicu ibu buang anak ini diduga berlatar belakang beban hidup dan faktor ekonomi. Pengakuan Fitri soal pemicu membuang buah hatinya itu disampaikan kepada polisi.

“Benar karena faktor ekonomi,” kata Susi, Jumat (7/4/2017), seperti diberitakan Detikcom.

“Beban hidup sepertinya. Karena saat ditanya polisi, tersangka (Fitri) seperti orang kebingungan. Seminggu, ia mengaku hanya diberi 50 ribu rupiah oleh suaminya yang merupakan buruh bangunan,” ucap Susi menambahkan.

Berdasarkan keterangan Fitri kepada penyidik, sambung Susi, tersangka mengaku spontanitas melempar Fazar ke sungai tersebut. Selain itu, Susi menuturkan, Fitri merasa kehidupannya telah membebani keluarga.

“Jadi ketika melewati sungai, yang terlintas dipikiran tersangka ini ya sudah saja anaknya dibuang, daripada menyusahkan keluarga,” ucap Susi.

Sesosok jasad anak balita ditemukan warga di tanggul irigasi Sungai Singaparaya, Kampung Ciceret, RT 3 RW 13, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (5/4) lalu, sekitar pukul 17.30 WIB. Belakangan diketahui mayat lelaki terbawa hanyut itu bernama Fazar Sulaeman.

Kini perempuan muda tersebut mendekam di sel tahanan Mapolsek Banjaran. Polisi terus mendalami pengakuan Fitri. Sejumlah saksi turut didengar keterangannya oleh penyidik.

Cerita Keluarga

Ayah Fajar, Dadang Sulaiman (39) sempat berjumpa anak bungsunya tersebut sebelum ditemukan tewas mengambang oleh warga. Sudah hampir satu bulan ini rumah tangga Dadang dan Fitri dirundung masalah. Kedua warga Banjaran, Kabupaten Bandung, Jabar, ini mengaku pisah ranjang. Mereka dikaruniai dua anak.

Kini Dadang tinggal di rumah orang tuanya di Kampung Pasir Panglai 01/13, Desa Mekarjaya, dan Fitriani kembali ke rumah orang tuanya di Kampung Babakan Sindang Panon 04/05, Desa Sindang Panon.

Dadang tidak mengetahui motif istrinya yang tega membuang Fajar ke aliran Sungai Singaparaya, Kampung Ciceret, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. “Tidak tahu kenapa. Pokoknya saya dan istri hampir satu bulan ini pisah ranjang,” ujar Dadang di kediamannya, Jumat (7/4/2017).

Dadang menjelaskan, pada Selasa sore (4/4) lalu, istrinya datang ke rumahnya lantaran mengaku diusir oleh keluarga. Kehadiran Fitriani bersama Fazar saat itu disambut baik keluarga Dadang.

Keesokan harinya, Rabu pagi (5/4), Fitri pamit untuk pulang ke rumah orang tuanya. Dia menggendong Fazar yang berusia 16 bulan. Namun sore harinya, sekitar pukul 17.00 WIB, Fitri balik lagi ke rumah mertuanya, Asep Hidayat (65) dan Wari (62).

Cerita Keluarga Sebelum Fazar Tewas Dilempar Ibunya ke SungaiKakek korban. Foto: Wisma Putra
Fitri menanyakan keberadan Fazar kepada Asep. Mendengar pertanyaan Fitri tersebut, Asep malah kebingungan. Sebab, menurut Asep, pagi harinya Fazar jelas-jelas dibawa Fitri.

“Cucu saya kan dibawa sama ibunya. Tapi kenapa nanyanya ke kita,” kata Asep di tempat yang sama.

Asep mengungkapkan, Fitri mengaku menidurkan Fazar di kamar sang nenek. Padahal, sambung Asep, keluarganya tidak mengetahui keberadaan Fazar setelah pagi hari itu pergi bersama Fitri.

“Fazar tidak dititipkan ke siapapun. Dia (Fitri) mengamuk serta menunjuk-nunjuk dan menuduh kami membunuh Fazar dan membuangnya ke sungai,” kata Asep.

Melihat kondisi menantunya seperti itu, Asep bersama Dadang berangkat ke rumah orang tuanya Fitri. Setiba di lokasi, orang tua Fitri balik menanyakan keberadaan Fazar. “Mereka menyangka Fitri dan Fazar pulang ke rumah kami di Kampung Pasir Panglai,” ujar Asep.

Keluarga langsung mencari Fazar ke Kampung Babakan hingga Kampung Pasir Panglai. Hasilnya nihil. Jelang azan magrib berkumandang, Rabu (5/4), Asep mendapatkan berita duka dari warga soal Fazar telah ditemukan meninggal di aliran Sungai Singaparaya.

“Ternyata Fazar dibunuh oleh ibunya. Kami tidak menyangka Fazar meninggal secara tidak wajar, padahal cucu saya sedang lucu-lucunya,” tutur Asep.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: